SuaraTani.com - Medan| Regal Springs Indonesia (PT Aqua Farm Nusantara), bersama Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kuliah umum, Selasa, (22/4/2026) di Fakultas Pertanian USU, Medan.
Kegiatan yang bertajuk “Next Wave Leaders: Mastering Aquaculture & Industry Skills” ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoA) yang telah ditandatangani pada tahun 2024.
Yang mana kegiatan tersebut untuk mendorong sinergi antara dunia industri dan akademik dalam pengembangan sektor akuakultur di Indonesia sekaligus memperkuat sinergi antara dunia industri dan akademik dalam mencetak tenaga ahli akuakultur yang kompeten.
Kuliah umum ini dihadiri mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Pertanian terutama yang relevan dengan sektor pangan dan akuakultur sebagai sektor strategis ketahanan pangan nasiona.
Di antaranya program studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Agroteknologi, Agribisnis, Teknologi Pangan, Peternakan, dan Teknik Pertanian dan Biosistem
President Director Regal Springs Indonesia, Rudolf Hoeffelman, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa akuakultur bukan sekadar soal budidaya ikan, melainkan tentang pengelolaan sumber daya alam secara bijak.
Kemudian, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab lingkungan, serta mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem
“Di sinilah pentingnya mengasah kepemimpinan bagi generasi muda, terutama dalam menghadapi kompleksitas industri akuakultur khususnya budidaya perikanan yang semakin berkembang dan dalam menghadapi dinamika pasar global di masa mendatang,” jelas Rudolf dalam siaran pers yang diterima, Jumat (24/6/2026).
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian USU, Prof Tavi Supriana mengapresiasi kuliah umum kolaboratif antara Regal Springs Indonesia dan Fakultas Pertanian USU.
Menurutnya, kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen USU dalam menjembatani kebutuhan dunia akademik dan industri.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga wawasan praktis mengenai tantangan dan peluang di industri, termasuk pentingnya adaptasi terhadap dinamika pasar, operasional, serta penerapan standar keberlanjutan,” ujar Prof Tavi.
Nota Kesepakatan yang menjadi landasan kegiatan ini, kata Prof Tavi, mencakup sejumlah pilar kerja sama, antara lain program knowledge-sharing, penelitian bersama, serta pemagangan di Regal Springs Indonesia.
Seluruh program dirancang untuk menjembatani antara kurikulum akademik dan kebutuhan nyata industri, sekaligus membuka jalur karier nyata bagi lulusan perguruan tinggi di sektor perikanan.
Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber. Rudolf Hoeffelman selaku Key Speaker memaparkan visi dan tantangan industri akuakultur global dari perspektif kepemimpinan perusahaan.
Friska S Saragih S.Si., M.Si., Lake Manager Regal Springs Indonesia, berbagi pengalaman langsung mengelola operasional budidaya ikan tilapia yang bertanggungjawab.
Sementara itu, Adrian Hilman S.T.P., M.Sc., Ph.D., Dosen Program Studi S1 Teknologi Pangan FP USU, memberikan perspektif akademik mengenai inovasi teknologi pangan berbasis hasil perikanan.
Jalannya diskusi dipandu oleh moderator Nursa’adah, S.ST., M.Agr., Dosen Prodi Agroteknologi FP USU.
"Ke depan, kolaborasi antara Regal Springs Indonesia dan USU diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak talenta unggul serta mendorong daya saing industri akuakultur Indonesia di tingkat global," tutup Rudolf. * (junita sianturi)


