Pembudidaya memanen rumput laut. KKP melalui DJPB telah menyalurkan 150 unit bantuan kebun bibit rumput laut pada tahun 2022.suaratani.com-istSuaraTani.com – Jakarta| Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan strategi kunci untuk peningkatan produksi rumput laut, hingga nantinya bisa menjadi produsen nomor satu dunia.
KKP akan fokus pada pembibitan, pengembangan sentra kawasan dan dukungan sarana untuk klaster kelompok pembudidaya rumput laut serta pendampingan teknis.
“Merujuk dari data FAO 2022, Indonesia adalah negara produsen rumput laut nomor dua di dunia setelah China. Indonesia menguasai pangsa pasar rumput laut dunia pada tahun 2021 sebesar 12,3% atau senilai US$345 juta berdasarkan dari BPS”, ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/11/2022).
Dirjen Tebe – sapaan akrab Tb Haeru Rahayu menyampaikan budidaya rumput laut sebagai implementasi 5 (lima) program prioritas KKP berbasis ekonomi biru yaitu melalui pengembangan perikanan budidaya berorientasi ekspor dengan komoditas unggulan salah satunya adalah rumput laut, dan pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal untuk pengentasan kemiskinan.
“Konsepsi ekonomi biru dalam budidaya rumput laut yaitu rendah emisi karbon, terbukti dapat menyerap karbon, efisien penggunaan sumberdaya seperti input produksi yang hanya berupa sarana budidaya sangat sederhana, dan inklusif secara sosial, dikarenakan teknologi sederhana sehingga mudah diadopsi masyarakat, serta investasi dan modal kerja relatif kecil, sehingga sangat memungkinkan melibatkan masyarakat setempat”, jelas Tebe.
Tebe menambahkan, dalam peningkatan produksi rumput laut nasional tidak terlepas dari bisnis proses yang dimulai dari pembibitan, pembesaran, pengolahan dan pemasaran. Pembibitan yaitu seperti bibit unggul yang berkualitas dan ketersediaan bibit bermutu tinggi yang mencukupi.
Pada tahap pembesaran yaitu prasarana dan sarana budidaya memadai sesuai target produksi, akses permodalan, SDM yang terlatih dan ulet, ketersediaan penyuluh, serta inovasi teknologi budidaya ramah lingkungan.
“Mari kita angkat emas hijau ini yang bisa mengungkit kesejahteraan, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, serta peningkatan devisa negara. Indonesia tidak perlu khawatir, lahan budidaya masih terbuka lebar. Melihat potensi lahan budidaya, tidak mustahil Indonesia bisa menjadi champion dalam komoditas rumput laut dan turunannya,” papar Tebe.
Adapun strategi KKP dalam peningkatan produksi rumput laut nasional, yaitu: Pertama, mulai dari proses pembibitan yaitu peningkatan kualitas bibit melalui pengembangan laboratorium kultur jaringan, pengembangan kebun bibit rumput laut, dan bimbingan teknis serta manajemen bagi pembibitan swasta.
Kedua, pada tahap pembesaran yaitu pengembangan sentra kawasan budidaya rumput laut dan pembangunan kampung rumput laut. Sentra kawasan rumput laut tahun ini pada 10 besar provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Sulawesi Utara dan Jawa Barat. Sementara kampung perikanan budidaya rumput laut tahun 2022 berlokasi di 20 kabupaten.
KKP melalui DJPB telah menyalurkan 150 unit bantuan kebun bibit rumput laut pada tahun 2022, sebagai tahap lanjutan budidaya paska kultur jaringan di laboratorium. Rencananya pada tahun 2023 KKP juga sudah sediakan 136 unit untuk didistribusikan di Kampung Perikanan Budidaya Rumput Laut.
Ketiga, dukungan sarana prasarana serta pengembangan klaster kelompok pembudidaya. Terakhir yaitu pendampingan teknis oleh penyuluh, pelatihan bagi pembudidaya rumput laut dan peningkatan kelembagaan kelompok.
“Tentunya peningkatan produksi rumput laut nasional dapat tercapai dengan adanya dukungan dari berbagai pihak terkait baik dari hulu maupun hilir,” tandas Tebe. *(putri)

