Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Konsumsi Masyarakat Beri Peranan Penting di Pertumbuhan Ekonomi Sumut

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumut, Ibrahim.suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Medan| Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara (Sumut) memroyeksikan, perekonomian Sumut di tahun 2023 sejauh ini masih akan tetap berada dijalurnya (on the track) dan bakal tetap kuat bias atas dalam kisaran 3,9-4,7% (yoy). 

Deputi Kepala BI Sumut, Ibrahim, mengatakan, kebijakan Presiden Jokowi mencabut status PPKM menjadi salah satu faktor pendorong positif bagi ekonomi.

"Kalau tahun lalu kan masih setengah-setengah sehingga belum berdampak signifikan. Tapi tahun ini sudah terlihat dan itu membuat ekonomi tahun ini masih akan kuat dengan penopang utama konsumsi rumah tangga," ujar Ibrahim, Jumat (30/6/2023).

Meski demikian menurut Ibrahim, ada beberapa potensi risiko yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Sumut.

Diantaranya pengetatan kebijakan moneter negara maju sebagai respon dari ketatnya pasar tenaga kerja. 

Lantas risiko dampak El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli-September 2023 yang akan mengganggu produksi pangan dan risiko terkait kecukupan pasokan komoditas pangan impor seiring dengan belum optimalnya realisasi impor seperti bawang putih, daging sapi dan gula.

Risiko lain adalah ketidakpastian pasar keuangan global yang merambat ke perekonomian domestik. 

Dengan melihat kondisi saat ini, BI masih optimis ekonomi Sumut bakal tetap ada di target 3,9-4,7%. 

"Jika melihat konsumsi masyarakat yang meningkat, masih bias atas sehingga keputusan apakah akan mengubah target tersebut akan melihat kondisi tertentu, apakah signifikan untuk merrevisi target ekonomi. Begitupun sebaliknya, akan melihat apa saja yang akan mengangkat perekonomian dan dampaknya ke masyarakat seperti apa," jelas Ibrahim.

Tetapi sejauh ini, lanjut Ibrahim, dengan merujuk pada survei konsumsi rumah tangga, kondisi di saat ini terutama eksternal tidak akan mempengaruhi perkiraan. 

"Jadi tetap ke indikasi apakah akan tetap mengangkat atau menurunkan laju ekonomi. Tahun lalu, recovery belum full. Tapi 2023 ini sudah full dan itu sangat berpengaruh. Jika melihat pada sumbangsih konsumsi masyarakat ke PDRB Sumut yang sebesar 50% sementara konsumsi pemerintah hanya 5%, maka ekonomi Sumut masih akan melaju sesuai target," terangny.

Begitupun, kondisi saat ini harus dijaga agar tidak ada sentimen yang bisa mempengaruhi laju ekonomi Sumut. Karena dengan tren indeks konsumsi naik dan urvei penjualan ritel naik, itu sudah menunjukkan perbaikan.