Papan penunjuk kinerja IHSG. Di pekan ini, tekanan yang cukup banyak menjadi pendorong kinerja pasar keuangan cenderung bergerak monoton.suaratani.com-dokSejauh ini China diproyeksikan akan
mengalami laju tekanan inflasi sebesar 0.2% YoY pada bulan juni 2023.
Analis Keuangan Sumatera Utara
(Sumut), Gunawan Benjamin, mengatakan, data inflasi yang rendah justru akan
menjadi beban bagi kinerja pasar keuangan.
“Karena semakin rendah laju tekanan
inflasi, mengindikasikan bahwa semakin kuat indikasi perlambatan kinerja
ekonomi di China,” kata Gunawan di Medan, Senin (10/7/2023).
Selang beberapa saat, sebut Gunawan, Indonesia
akan merilis data indeks kepercayaan konsumen yang menjadi gambaran konsumsi
masyarakat di tanah air.
Di bulan Mei, indeks kepercayaan
konsumen sempat menyentuh 128.3, yang mengindikasikan adanya periode ekspansi
pada sisi konsumsi masyarakat.
“Akan tetapi penurunan sedikit saja
pada Indeks tersebut bisa berdampak buruk bagi kinerja pasar keuangan secara
keseluruhan,” sebutnya.
Selanjutnya pada hari Selasa, data jumlah pinjaman di China menjadi kabar yang dinanti selanjutnya.
Peningkatan kinerja yang lebih besar
dibandingkan periode sebelumnya akan menjadi kabar baik bagi kinerja pasar
keuangan global.
Mengingat China menjadi salah satu
lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia, terlebih untuk perekonomian di Asia.
Setelah kedua data penting China, lanjut
Gunawan, selanjutnya AS akan merilis data inflasi yang diproyeksikan mendekati
3% dibandingkan dengan 4% di bulan Mei.
Kinerja inflasi di AS yang membaik
bisa menjadi kabar baik bagi pasar. Karena Bank Sentral AS bisa bersikap lebih
lunak, walaupun disisi lain perlambatan inflasi bisa memberikan indikasi
kemungkinan resesi yang datang lebih cepat.
?Setelah data tersebut, akan ada rilis
data PPI (Produsen Price Inflation) yang diproyeksikan akan membaik,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, pasar masih
mengkhawatirkan bahwa The FED atau Bank Sentral AS akan menaikkan besaran bunga
acuannya di bulan Juli ini.
Spekulasi tersebut akan kembali
membawa pasar keuangan dalam pergerakan yang sangat terbatas.
Dimana IHSG masih akan berkutat dalam
rentang 6.650 hingga 6.770. sementara mata uang rupiah akan bergerak dalam rentang
14.950 hingga 15.200 per dolar Amerika Serikat.
Dan harga emas berpeluang bergerak
dalam rentang US$1.900 hingga US$1.950 per ons troy nya.
“Pasar keuangan dan harga emas masih
berpeluang mengulang kinerja yang sama (monoton) dengan 2 pekan terakhir,”
pungkasnya. *(ika)

