Kepala Satuan Pemeriksa Internal KSEI Gusrinaldi Akhyar menyerahkan bantuan CSR kepada Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Selasa (4/7/2023).suaratani.com-istSuaraTani.com – Humbahas| Self-Regulatory Organization (SRO) kembali melaksanakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) dalam rangka 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-45 Pasar Modal Indonesia).
Pada kesempatan kali ini, SRO merealisasikan bantuan untuk mendukung percepatan penurunan tingkat stunting yaitu berupa alat antropometri serta Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Bantuan secara simbolis diserahkan Kepala Satuan Pemeriksa Internal KSEI Gusrinaldi Akhyar kepada Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Selasa (4/7/2023).
Gusrinaldi Akhyar dalam sambutannya menyampaikan, program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pasar modal Indonesia di bidang kesehatan.
“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peran pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah, serta ikut serta dalam mencapai target prioritas dalam Perencanaan Pembangunan Nasional bidang kesehatan di wilayah Sumatera Utara,” ujar Gusrinaldi didampingi Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Utara M. Pintor Nasution.
Sebagai informasi, dana kegiatan CSR dalam rangka HUT ke-45 Pasar Modal Indonesia diperoleh dari alokasi fee transaksi bursa dan fee jasa kustodian sentral pada 9 Agustus 2022 dan 29 Desember 2022 sebesar Rp20,2 miliar, serta alokasi dana CSR dari penyelenggaraan HUT Pasar Modal Indonesia pada tahun sebelumnya sebesar Rp12,20 miliar.
Selanjutnya, dana tersebut digunakan untuk melaksanakan kegiatan CSR di berbagai wilayah Indonesia. Adapun bentuk kegiatan CSR yang dilakukan antara lain berupa penanaman pohon, pengadaan perahu sekolah, program anak sehat untuk pencegahan stunting.
Restorasi daerah pesisir termasuk pengembangan kapasitas masyarakat, konservasi pangan lokal, program pemberdayaan sampah, pengolahan dan kampanye sampah plastik, donor darah, bantuan ambulans, bantuan alat medis dan sarana kesehatan, serta perbaikan sekolah.
Berbagai kegiatan CSR tersebut merupakan bentuk apresiasi atas pencapaian pasar modal Indonesia, sekaligus sebagai bentuk komitmen pasar modal dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya terkait bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, sosial, serta ekonomi.
Selanjutnya, SRO secara rutin akan berupaya melaksanakan kegiatan CSR lainnya yang memiliki manfaat dalam jangka panjang bagi penerima bantuan.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi prioritas pembangunan nasional. *(ika/ril)

