Ketua Yayasan Kanker indonesia (YKI) Sumut Nawal Lubis bersama Kepala DInas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan saat menyampaikan materi sosialisasi tentang leukimia dan talasemia kepada Pengurus Daerah Muhammadiyah dan Aisiyah di Aula Tengku Rizal Nurdil, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (18/7/2023).suaratani.com-istHal ini disampaikan Ketua YKI Sumut Nawal Lubis pada
kegiatan Sosialisasi Kondisi Kanker di Sumut bersama Majelis Pelayanan Sosial
PD Muhammadiyah dan PD Aisyiyah Kota Medan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan
Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (18/7/2023).
“Diharapkan, kolaborasi bersama PD Muhammadiyah dan PD
Aisyiyah Kota Medan ini menjadi gerakan bersama cegah kanker, dengan
sosialisasi dan edukasi sejak dini,” kata Nawal.
Menurut Nawal, YKI tidak bisa bekerja sendiri untuk
pencegahan kanker, perlu dukungan semua sektor, termasuk PD Muhamadiyah dan PD
Aisyiyah Kota Medan, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Dengan harapan, masyarakat menjadi sehat, terbebas dari
kanker. Karena keluarga yang sehat akan melahirkan generasi penerus bangsa yang
sehat dan tangguh.
Disampaikan juga, untuk menekan jumlah kasus kanker, YKI
Sumut juga memiliki program-program yang
menyentuh langsung masyarakat, baik di bidang penyuluhan dan aksi sosial
pencegahan kanker. Di antaranya, program deteksi dini kanker serviks dan kanker
payudara, pap smear dan IVA Test.
"YKI telah melakukan kerja sama dengan Majelis Taklim,
Perguruan Tinggi, anak sekolah, PKK dan DWP
Kabupaten/Kota se-Sumut untuk terus mengajak dan ikut terlibat dalam
pencegahan kanker," kata Nawal Lubis.
Dijelaskan juga, meningkatnya jumlah penderita kanker di
Sumut akibat tidak maunya masyarakat
untuk berobat dan memeriksakan diri. Apalagi masyarakat yang tinggal di
pedesaan yang lebih mengutamakan pengobatan tradisional.
Berdasarkan data dari Rumah Sakit di Kota Medan, tahun 2022
ada sebanyak 3.206 jumlah kasus kanker di Sumut, dengan berbagai jenis kanker.
"Pasien kanker di Sumut yang berobat ke Rumah Sakit
Adam Malik, Murni Teguh, Rumah Sakit Haji Medan cukup tinggi, data ini bisa
lebih tinggi lagi karena masih banyak masyarakat yang tidak mau berobat,
apalagi mereka yang tinggal di pedesaan," jelas Nawal.
Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan Maulana Siregar mengatakan
siap melakukan kolaborasi dengan YKI Sumut untuk menyosialisasikan terkait
kesehatan kepada masyarakat, terutama penyakit kanker. Muhammadiyah punya
Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) di struktur Pimpinan Muhammadiyah dan ada
juga Ibu-ibu Aisyiyah yang bisa dikoloborasian dengan program YKI Sumut.
Selain itu, Maulana juga menjelaskan, Muhamamdiyah juga
fokus terhadap kesehatan masyarakat dengan banyaknya rumah sakit, klinik-klinik
pratama yang didirikan Muhamadiyah. Sehingga kolaborasi ini diharapkan
menurunkan jumlah penderita kanker di Sumut.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan
menyambut baik rencana kolaborasi ini,
yang nantinya sangat membantu YKI Sumut dan Dinkes Sumut dalam mencegah
meningkatnya jumlah kasus kanker di Sumut. Diharapakan, kolborasi ini memberikan
yang terbaik bagi masyarakat, terkhusus bagi mereka yang terkena kanker.
Turut hadir Sekretaris YKI Sumut Siti Zahara Nasution
beserta pengurus, Ketua Majelis Pelayanan Sosial PD Muhammadiyah Kota Medan
Muhammad Rida Haikal Amal beserta pengurus, dan Akademisi Prof Bidasari Lubis
selaku narasumber. *(wulandari)

