Wali Kota Bobby Nasution bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 RI yang digelar di Lapangan Benteng, Kamis (17/8/20023).suaratani.com-istWali Kota Medan, Bobby Nasution yang mengenakan baju adat Nias upacara menjadi bertindak sebagai inspektur upacara.
Hujan gerimis yang turun di pagi hari tidak menyurutkan jalannya prosesi Upacara yang bertemakan 'Terus Melaju Untuk Indonesia Maju', termasuk para peserta upacara dan anggota Paskibraka Kota Medan.
Turut hadir Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, Ketua DPRD Hasyim, Unsur Forkopimda, Sekda Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu serta para Legiun Veteran.
Upacara yang dikomandani Danramil 0201-13/PST ini diawali dengan pembacaan Teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Medan Hasyim yang dilanjutkan dengan hening cipta dan pembacaan Undang undang-undang Dasar 1945. Kemudian pembacaan doa oleh Kakankemenag Kota Medan Impun Siregar.
Selanjutnya pengibaran bendera sang merah putih oleh anggota Paskibraka Kota Medan dengan komandan pasukan Arya Pratama Ramadhan dari sekolah SMA Plus Sedayu Nusantara.
Terpilih sebagai pembawa baki Adinda Marwa Matondang dari SMA Islam Namira, sedangkan pengibar Bendera adalah Fauzan Azmi Rafii dari sekolah SMA Al-Fatih, Muhammad Jarjani dari sekolah MA Taruna Teknik Al -Jabar dan Muhammad Fahri Fikrian dari sekolah SMA Negeri 6 Medan.
Usai memimpin upacara, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan dalam memaknai peringatan HUT Kemerdekaan ke -78 RI, merayakan kemerdekaan, harus tetap menjaga semangat para pejuang yang sudah kita merdeka.
"Tugas kita hari ini mempertahankannya dengan karya -karya dan hal positif yang dapat membanggakan nama daerah kita dan Negara Indonesia baik di tingkat nasional maupun di tingkat global," kata Bobby Nasution.
Selanjutnya Bobby Nasution menjelaskan momentum hari kemerdekaan ini, dirinya memakai pakaian adat Nias. karena Medan merupakan kota yang multikultural dan suku Nias termasuk salah satu suku yang ada di Medan.
"Kota Medan merupakan kota multikultural dengan beragam suku, termasuk suku adat Nias. Oleh karenanya di hari ini kita kenakan baju dari adat Nias. Selain itu banyak masyarakat Nias yang juga berkontribusi dalam pembangunan kota Medan. Artinya banyak warga Nias yang datang ke kota Medan untuk menimba ilmu, semoga ilmunya dapat bermanfaat bagi daerahnya dan Sumut termasuk Kota Medan," sebut Bobby Nasution.
Sementara itu, Ketua LVRI kota Medan, Gusmiadi, berharap generasi bangsa harus bekerja keras dan belajar seperti para pejuang.
"Kalau kami dan para pendahulu berjuang pakai senjata dalam berperang, untuk penerus bangsa harus belajar dan bekerja keras. Saya minta jangan lupakan semangat juang pendahulu," ujarnya.
Menurut Gusmiadi, ada 4 poin semangat juang para pahlawan. Yang pertama percaya pada kekuatan diri sendiri, karena pejuang dulu merebut kemerdekaan tanpa ada bantuan dari negara lain.
Yang kedua pantang menyerah, seperti para pejuang yang berkorban berdarah-darah melawan penjajah.
"Yang ketiga rela berkorban, semua jiwa raga dan harta benda dikorbankan untuk merebut kemerdekaan dan yang keempat lebih utamakan selalu kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Ini yang harus diingat oleh para generasi penerus bangsa," ujarnya. *(wulandari)

