Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan menerima kunjungan Delegasi Bisnis European Union-Asean Business Council (EU-ABC) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (31/7/2023).suaratani.com-istDelegasi dipimpin oleh Ketua EU-ASEAN Business Council, Jens Ruebbert dan Ketua Euro Cham Indonesia Francois De Maricourt, serta dihadiri oleh perwakilan pelaku bisnis dari Uni Eropa.
Pada pertemuan, Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, Kemendag terus mendorong kolaborasi semua pihak untuk memajukan kerja sama perdagangan kedua negara.
“Saya mendorong kolaborasi antarpemerintah dan pelaku bisnis dari Indonesiadan Uni Eropauntuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi, serta mengoptimalkan potensi ekonomi bilateral yang sangat besar,” kata Mendag Zulkifli Hasan.
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Zulkifli Hasan berdialog dengan pelaku bisnis Uni Eropa mengenai kebijakan pedagangan, seperti ekspor dan impor, niaga elektronik (e-commerce), serta perdagangan internasional.
Mendag Zulkifili Hasan mengungkapkan, kebijakan perdagangan luar negeri terus diperbaiki untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemendag tengah mengembangkan sistem pelayanan publik berbasis elektronik yang transparan, cepat, serta mempermudah pelaku bisnis.
Sementara terkait e-commerce, Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan rencana revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik untuk mendukung UMKM,serta memastikan persaingan dan sistem lokapasar yang sehat.
Pada pertemuan ini, kedua pihak juga membahas perkembangan kerja sama perdagangan Indonesia dan Uni Eropa, khususnya perkembangan Perundingan Indonesia–EU CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) yang tengah berjalan saat ini.
“Perundingan Indonesia-EU CEPA merupakan agenda prioritas Indonesia dan ditargetkan segera selesai. Saya meminta dukungan EU-ASEAN Business Council, Eurocham Indonesia, dan kelompok bisnis di Eropa untuk memastikan penyelesaian negosiasi ini,” tutup Mendag Zulkifli Hasan.
Uni Eropa merupakan tujuan ekspor terbesar ke-3 dan sumber impor terbesar ke-4 bagi Indonesia. Pada 2022, total perdagangan Indonesia—Uni Eropa tercatat sebesar US$33,2 miliar.
Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar US$21,5 miliar sedangkan impor Indonesia dari kawasan tersebut sebesar US$11,7 miliar.
Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Uni Eropa pada 2022 adalah minyak kelapa sawit dan fraksinya, asam lemak monokarboksilat industri, batu bara, tembaga, dan Alas kaki dengan sol luar dari karet.
Sementara impor utama Indonesia dari Uni Eropa pada 2022 adalah pipa dari besi dan baja, obat-obatan, vaksin, mesin pembuat bubur kertas, serta kertas atau karton daur ulang. *(jasmin)

