SuaraTani.com - Jakarta| Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama para mitra menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya di sebagian wilayah yang mengalami kenaikan harga beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Diketahui harga rata-rata nasional Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat produsen mencapai Rp6.120/kg, sementara di tingkat konsumen harga rata-rata nasional beras medium mencapai Rp11.000/kg.
Adapun harga rata-rata nasional beras premium zona I Rp16.237/kg dan zona III Rp18.094/kg lebih tinggi 14,52% di atas HET.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi, Bapanas akan mendorong penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk mendongkrak harga gabah di hulu.
Sedangkan operasi pasar SPHP dilaksanakan untuk menekan harga beras di sektor hilir. Selanjutnya Bapanas akan mengundang Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk merumuskan langkah-langkah strategis.
Hal ini untuk memastikan CBP yang ada di Perum Bulog dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga harga beras di tingkat produsen maupun pedagang/konsumen.
Ketut mengatakan, SPHP sudah berjalan dengan baik dan terus berjalan. Karena Badan Pangan jejaringnya adalah Kepala Dinas, maka Gubernur dan Bupati/Walikota mohon dapat juga menugaskan bawahannya untuk segera berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan pengendalian harga tersebut.
"Karena hanya satu yang bisa kita lakukan adalah melalui intervensi dengan menggunakan Cadangan Pangan yang ada di Perum Bulog,” ujar Ketut dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kemendagri, Jakarta, Senin (11/11/2024). * (putri)


