Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pj Bupati Langkat: Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Merupakan Tanggungjawab Bersama

Apel Gabungan Pemkab Langkat Penanganan Disabilitas. foto: ist

SuaraTani.com - Stabat| Pj Bupati Langkat HM Faisal Hasrimy menekankan pentingnya pembangunan kesejahteraan sosial sebagai bagian dari pembangunan nasional, khususnya bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), termasuk penyandang disabilitas. 

Penanganan PMKS tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi butuh kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

"Yang harus digarisbawahi, upaya ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kerja dan kehidupan yang layak bagi mereka," ujar Faisal Hasrimy.

Pj Bupati Langkat menyampaikan itu dalam pidato tertulis yang dibacakan Plt Staf Ahli Bidang SDM Sosial dan Kemasyarakatan H Syahriazal pada apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Langkat di Stabat, Senin (11/11/2024). 

Apel dihadiri para Asisten, Staf Ahli Bupati, pejabat eselon II, III, IV, serta ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Syahriazal menambahkan, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar pembangunan kesejahteraan sosial dapat mengentaskan para penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Langkat.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, strategi perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui Rumah Kolaborasi  telah dibentuk di Dinas Sosial Kabupaten Langkat. 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas, dengan harapan menciptakan lingkungan inklusif yang memungkinkan mereka hidup mandiri, aktif secara sosial, dan produktif secara ekonomi.

Syahriazal juga menyampaikan harapan agar perangkat daerah dan instansi terkait di Kabupaten Langkat dapat bekerja sama dalam merealisasikan program penanganan disabilitas, baik melalui pendanaan APBD maupun APBN. 

Selain itu, kerja sama dengan dunia usaha dan akademisi juga diupayakan untuk meningkatkan pelayanan bagi penyandang disabilitas.

"Semangat kolaborasi dan sinergi melalui jargon 'Bubur Pedas' yang kita usung di Kabupaten Langkat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang ramah disabilitas," katanya. * (bram)