Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Akibat Kamarau Ekstrem, Bantuan Benih Jagung Belum Ditanam Petani Sumut

Penyaluran bantuan benih jagung untuk petani di Sumut yang bersumber dari APBN Tahun 2025 telah selesai dilakukan. foto: ist

SuaraTani.com - Medan| Bantuan benih jagung untuk petani di Sumatera Utara (Sumut) yang bersumber dari APBN Tahun 2025 mengalami penurunan dibanding tahun 2024. 

"Penurunan bantuan yang berasal dari APBN 2025 ini disebut karena adanya penghematan atau efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah saat ini," kata Sub Koordinator Perbenihan dan Standarisasi, Dinas Ketahan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, Mugiono, kepada wartawan, Senin (4/8/2025) di Medan.

Mugiono yang didampingi Sub Koordinator Serealia, Rina Andalasari menjelaskan bantuan benih jagung dari APBN Tahun 2025 diberikan untuk pertanaman seluas 22.682 hektare dan benih sebanyak 340.230 kilogram (Kg). 

Sementara tahun 2024 bantuan benih diberikan untuk pertanaman seluas 32.868 hektar dan benih jagung sebanyak 493.020 Kg.

Bantuan benih jagung tersebut kata Mugiono, sudah disalurkan semuanya kepada petani penerima bantuan, tapi belum semuanya ditanam, mengingat saat ini masih musim kemarau. 

Bibit jagung yang sudah ditanam masih seluas 605 hektare yakni di Kabupaten  Dairi 55 hektar, Humbang Hasundutan (Humbahas) 480 hektar, dan Simalungun 70 hektar.

“Banyak petani yang belum menanam bibit jagungnya, apalagi di sentra jagung yang saat ini masuk musim kemarau ekstrem. Daerah yang belum tanam tapi sudah menerima bantuan bibit jagung yakni Kabupaten Karo untuk pertanaman 9.400 hektar, Simalungun 4.800 hektar, Humbahas 3.000 hektar, dan Dairi 1.879 hektar,” jelasnya.

Dikatakannya, para petani masih menunggu hujan turun karena seharusnya musim tanam itu bulan Juli dan Agustus. Di beberapa daerah sudah tiga bulan tak turun hujan. 

"Kalau petani memaksa tanam, nanti tanaman jagung akan kerdil dan hasil panennya juga akan turun drastis," ujarnya

Selain dari Pemerintah Pusat, para petani juga kata Mugiono, menerima bantuan benih jagung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

Bantuan itu untuk prioritas 100 hari kerja Gubernur Sumut untuk penanaman seluas 150 hektar untuk Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Karo. 

“Bantuan dari APBD Sumut itu juga belum ditanam petani,” tambahnya. * (junita sianturi)