Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong menjadi Pembina Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Rabu (17/9/2025). foto: istSuaraTani.com - Medan| Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) diminta untuk senantiasa meningkatkan kesadaran tentang Tuberkulosis (TBC). Tidak hanya di lingkungannya, tapi juga kepada masyarakat.
“Saya berharap semangat menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta kewaspadaan terhadap penyakit TBC, dapat kita tingkatkan bersama di lingkungan Pemprov Sumut dan dapat kita sebarkan ke tengah masyarakat,” kata Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam arahannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Togap Simangunsong.
Ia mengatakan itu, saat menjadi Pembina Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (17/9/2025).
Ia juga meminta ASN untuk melakukan beberapa upaya peningkatan kewaspadaan TBC. Pertama, rutin memeriksakan kesehatan bila ada gejala batuk lebih dari dua minggu.
Kedua, menggunakan masker di tempat berisiko. Ketiga, menjaga ventilasi dan kebersihan ruangan serta mendukung program pemerintah dalam penanggulangan TBC.
“Sebagai ASN, kita bukan hanya dituntut untuk melaksanakan tugas pemerintahan tetapi juga harus menjadi agen perubahan dalam pola hidup bersih, sehat, dan peduli pada sesama,” ujarnya.
Togap juga mengajak para ASN untuk menjadikan Hari Kesadaran Nasional ini sebagai momentum untuk pengingat, bahwa kesadaran tidak hanya berarti disiplin dalam bekerja. Tetapi juga kesadaran untuk menjaga kesehatan, lingkungan, dan keberlangsungan hidup untuk generasi mendatang.
“Mari bersama-sama bertekad menjadikan Sumut lebih sehat, lebih peduli, dan melalui visi kolaborasi Sumut Berkah, kita wujudkan Sumut yang unggul, maju dan berkelanjutan,” tutupnya.
Turut hadir pada upacara tersebut antara lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Effendy Pohan, Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, dan Staf Ahli Bidang Pendidikan Kesehatan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Alfi Syahriza. * (junita sianturi)

