SuaraTani.com - Jakarta| Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional tetap terjaga meskipun dunia tengah dihadapkan pada dinamika geopolitik serta potensi tantangan iklim berupa fenomena El Nino pada tahun ini.
Produksi pangan domestik yang terus berlangsung secara berkelanjutan menjadi faktor utama dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan, kondisi pangan nasional saat ini berada pada posisi aman, meskipun situasi global tengah diliputi ketegangan dan adanya peringatan potensi kekeringan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Jadi ada dua kita hadapi, kondisi geopolitik memanas dan pengumuman BMKG ada kekeringan (El Nino), ini dua-dua harus kita jawab. Kita ada pengalaman menghadapi El Nino yang paling keras, ini kan El Nino nanti bulan 4, El Nino kita hadapi yang paling dahsyat 2023, Alhamdulillah kita bisa lolos," ujar Amran dalam siaran pers, di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Amran, kekuatan ketahanan pangan nasional saat ini ditopang oleh produksi dalam negeri yang terus berjalan serta dukungan cadangan pangan yang tersebar di berbagai titik sepanjang rantai pasok nasional.
"Ke depan insyaallah tahun ini mudah-mudahan tidak ada aral melintang, stok kita aman sampai 10 bulan, hampir 11 bulan, 10,7 bulan atau 324 hari bertahan," tambahnya.
Hingga saat ini stok beras yang dikelola Bulog sangat aman mencapai 3,7 juta ton. dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat menembus 5 juta ton seiring dengan masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.
Ia menjelaskan, produksi pangan nasional berlangsung secara konsisten setiap bulan sehingga mampu menopang kebutuhan konsumsi masyarakat. Dengan tingkat produksi yang stabil, keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat terus dijaga.
"Dan tiap bulan kita produksi 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Sedangkan kebutuhan kita adalah 2,5, juta ton per bulan. Jadi insyaallah pangan aman," tegas Amran optimis.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Berbagai infrastruktur pendukung produksi pertanian telah disiapkan guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
“Tidak usah risau dengan El Nino sekarang, ini lebih lemah daripada sebelumnya. Insyaallah kita bisa hadapi,” kata Amran.
Upaya mitigasi tersebut antara lain dilakukan melalui program pompanisasi yang menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian. Tahun ini pemerintah juga menambah cakupan sekitar 1 juta hektare lahan untuk memastikan ketersediaan air bagi area pertanian selama musim kemarau.
"Jadi 2 juta nanti kita siapkan yang pada saat musim kering bisa kita airin. Pompanisasi sungai-sungai dan seluruhnya untuk sumur dalam, sumur dangkal, kita sudah siapkan. Jadi infrastruktur sudah siap," jelasnya. * (junita sianturi)


