SuaraTani.com - Jakarta| Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri terus mengintensifkan pengawalan arus lalu lintas masa Lebaran.
Berdasarkan pantauan Satgas Humas sejak Minggu (22/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3/2026) pukul 06.00 WIB, dinamika pergerakan masyarakat mulai menunjukkan transisi menuju arus balik.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala mengatakan, saat ini, arus lalu lintas terpantau mulai melandai dan kembali normal dua arah seiring dengan dihentikannya rekayasa lalu lintas one way yang disesuaikan dengan evaluasi real-time di lapangan.
Meski pengamanan telah diperketat, insiden di jalan raya masih menjadi catatan penting. Di bidang lalu lintas, Polri mencatat ratusan kejadian kecelakaan dengan kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta.
Dengan rincian jumlah kecelakaan 251 kejadian, korban meninggal dunia 17 orang, korban luka berat 28 orang dan korban luka ringan 48 orang.
Sementara itu, untuk penegakan hukum lalu lintas, petugas mencatat 11 pelanggaran (5 melalui sistem ETLE dan 6 non-ETLE), serta memberikan 5 teguran simpatik kepada pengguna jalan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Marupa Sagala, Senin (23/3/2026) di Jakarta.
Dikatakannya, data volume lalu lintas pada Minggu (22/3) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB menunjukkan tren pergerakan yang dinamis di empat gerbang tol utama Jakarta.
Kendaraan keluar Jakarta sebanyak 168.159 unit (Naik 65,79% dari volume normal, dan naik 2,06% dibandingkan Lebaran 2025). Sementara, kendaraan masuk Jakarta 122.994 unit (turun 3,66% dari volume normal, namun naik 3,73% dibandingkan Lebaran 2025).
Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret dan 28–29 Maret 2026.
“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” jelas Kombes Pol. Marupa Sagala.
Sebagai langkah antisipasi tumpukan kendaraan, Polri bersama stakeholder terkait (Kemenhub, Jasa Marga, dan Jasa Raharja) telah menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional seperti contraflow serta one way lokal dan nasional.
Rencananya, sistem one way nasional akan diterapkan pada 24 Maret 2026 mulai dari KM 414 hingga KM 70.
Masyarakat juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif seperti ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan yang akan digratiskan pada segmen tertentu selama Operasi Ketupat 2026.
Selain jalur darat, Polri turut mengawal kelancaran mobilitas di berbagai moda transportasi publik. Moda Laut (36 Pelabuhan): 871 perjalanan kapal dengan 223.317 penumpang.
Moda Kereta Api: 2.922 perjalanan dengan 1.521.787 penumpang. Moda Udara: 1.565 penerbangan dengan 179.549 penumpang.
Marupa Sagala kembali mengingatkan para pemudik dan wisatawan untuk mengutamakan keamanan, terutama saat mengunjungi lokasi wisata air.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” tutupnya. * (wulandari)


