Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Respon Usulan Daerah, Mentan Setujui Pengembangan Pertanian dari Cetak Sawah hingga Kakao

Mentan Amran saat menerima audiensi sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Papua Barat, Bupati Jayawijaya, Bupati Banggai Kepulauan, Bupati Deliserdang, Bupati Lahat, Bupati Simalungun, Wakil Bupati Majene, serta Bupati Samosir. foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespon usulan sejumlah pemerintah daerah dengan memberikan dukungan pengembangan pertanian, mulai dari program cetak sawah hingga penguatan komoditas perkebunan seperti kakao.

Dukungan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Papua Barat, Bupati Jayawijaya, Bupati Banggai Kepulauan, Bupati Deliserdang, Bupati Lahat, Bupati Simalungun, Wakil Bupati Majene, serta Bupati Samosir, Jumat (13/3/2026) di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Provinsi Papua Barat telah mendapatkan bantuan program cetak sawah dari Kementerian Pertanian. 

“Tahun 2026 ini kami mendapatkan bantuan cetak sawah seluas 3.369 hektare yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, dan Teluk Bintuni,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur Dominggus juga mengusulkan pengembangan padi ladang dan kakao yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat lokal di Papua Barat.

“Untuk padi ladang ini terutama untuk masyarakat lokal, khususnya di Manokwari dan Teluk Wondama,” jelasnya.

Di sektor perkebunan, ia menyebut kakao Papua Barat memiliki kualitas premium dan telah menembus pasar internasional.

“Kakao kami kualitasnya premium. Walaupun produksinya masih terbatas, kami sudah mengekspor ke Prancis, Belanda, dan Belgia,” ungkapnya.

Menanggapi usulan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman menyetujui dukungan pengembangan padi ladang seluas 3.000 hektare serta bantuan pengembangan kakao seluas 1.000 hektare guna memperkuat produksi komoditas perkebunan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan bahwa Kabupaten Samosir juga telah menerima dukungan pengembangan komoditas dari Kementan, khususnya untuk kopi dan kakao.

“Saat ini bantuan yang sudah diberikan dari Kementerian Pertanian untuk kopi mencapai sekitar 1.900 hektare dan kakao sekitar 500 hektare. Bagi kami itu sudah sangat membantu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Samosir masih memiliki potensi pengembangan lahan yang cukup besar.

“Kami berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dan masih memiliki potensi pengembangan lahan kurang lebih sekitar 5.000 hektare,” jelasnya.

Mentan menyambut baik potensi tersebut dan langsung mengarahkan agar pengembangannya dapat ditindaklanjuti oleh jajaran eselon I di lingkungan Kementan.

Mentan menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus memberikan dukungan nyata kepada pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pertanian di berbagai wilayah guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. * (erna)