Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Harga Naik, Pemerintah Percepat Penyaluran SPHP Jagung Pakan, Sasar 5.000 Peternak

Pemerintah mempercepat penyaluran Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| Pemerintah mempercepat penyaluran Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Hal ini untuk mengantisipasi fluktuasi harga jagung di tingkat peternak yang telah melebihi ketentuan Harga Acuan Penjualan (HAP) di Rp5.800 per kilogram (kg). 

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penugasan kepada Perum Bulog telah terbit. Selain itu, verifikasi data penerima program SPHP jagung juga telah selesai dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

"Kami melaporkan bahwa seiring kenaikan harga jagung di tingkat peternak dan panen raya mungkin sebagian sudah selesai, Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk penyaluran SPHP jagung dan minggu ini mudah-mudahan bisa segera tersalurkan," ungkap Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono dalam siaran pers yang dikutip, Rabu (29/4/2026) di Jakarta.

Total alokasi penyaluran sebanyak 242 ribu ton dan dapat berlangsung hingga akhir 2026. Sebanyak lebih dari 5.000 peternak yang terdiri dari skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas pada 26 provinsi menjadi target sasaran SPHP jagung pakan tahun ini. 

Daftar peternak penerima tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026.

"Tentu ini cukup besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17 provinsi. Artinya, provinsi lain yang selama ini mungkin belum terinformasikan atau belum mengajukan, di tahun 2026 ini sudah terakomodir dalam SK Kementerian Pertanian," terang Maino.

Adapun untuk tahapan ini diestimasikan akan disalurkan sebanyak 213,1 ribu ton, sehingga masih ada sisa alokasi sekitar 28,8 ribu ton. 

Sisa alokasi tersebut untuk mengantisipasi tambahan usulan peternak baru, misalnya peternak babi yang masih dalam proses pengajuan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota.

Sementara harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp 5.000 per kg dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak. 

Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.

Terhadap penyaluran ke wilayah sentra produksi jagung harus mempertimbangkan periode panen raya, kondisi harga jagung di tingkat petani dan juga di tingkat peternak. Ini penting agar tidak berimplikasi negatif terhadap harga jagung yang terlalu dalam di tingkat petani daerah setempat.

Dalam pantauan Bapanas, harga jagung di tingkat peternak per 27 April telah mencapai Rp6.758 per kg atau 16,52 persen melebihi HAP tingkat konsumen. 

Fluktuasi harga pakan peternak harus dijaga pemerintah karena dapat merembet ke harga telur ayam ras dan daging ayam ras.

Berkaitan dengan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menjabarkan pergerakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras dan daging ayam ras sampai pekan keempat April. 

Khusus daging ayam disebut termasuk komoditas penyumbang inflasi tahun kalender (year-to-date) yang tertinggi mendampingi emas perhiasan.

"Kalau kita perhatikan andil inflasi tahun kalender sampai dengan kondisi Maret, yang paling besar itu emas perhiasan dan daging ayam ras. Khusus emas perhiasan dan daging ayam ras juga selama 2 bulan, dari mulai bulan Januari sampai dengan Februari ini memberikan andil inflasi," papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.

Kendati demikian, jumlah kabupaten/kota dengan kenaikan IPH telur ayam ras dan daging ayam ras sampai pekan keempat April masih mencatatkan penurunan. 

Begitu pula, jumlah kabupaten/kota dengan penurunan IPH telur ayam ras dan daging ayam ras yang terus meningkat.

"Telur ayam ras di sini ada 98 kabupaten kota yang mengalami peningkatan IPH. (Jika) dibandingkan dengan yang lalu memang jumlah kabupaten kotanya mengalami penurunan. (Terkait) daging ayam ras, ini sama dengan telur ayam ras. Jumlah kabupaten kotanya mengalami penurunan jika dibandingkan pada minggu ketiga April 2026 yang lalu," kata Ateng.

BPS mengumumkan jumlah kabupaten/kota dengan kenaikan IPH telur ayam ras per minggu keempat April sejumlah 98 daerah. Namun di sisi lain, sebanyak 184 daerah mengalami penurunan IPH telur ayam ras

Untuk kondisi IPH daging ayam ras pun tidak jauh berbeda. Sebanyak 89 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH. Sementara kabupaten/kota dengan predikat penurunan IPH daging ayam ras tembus hingga 203 daerah. * (erna)