SuaraTani.com - Jakarta| Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti lonjakan harga plastik yang dinilai semakin membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.
Kenaikan harga plastik hingga dua kali lipat di tingkat pasar telah berdampak luas ke seluruh lapisan masyarakat.
Yoyok menyebutkan terdapat ribuan pelaku usaha yang bergantung pada kemasan sebagai bagian dari produk mereka.
“Saat harga plastik naik signifikan, dampaknya langsung terasa pada pelaku usaha kecil hingga industri rumahan yang menjadikan kemasan sebagai bagian dari nilai jual,” ujar Yoyok, di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Diketahui, harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan antara 30 hingga 100 persen di sejumlah daerah. Harga eceran kini berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp49.000 per kilogram untuk jenis tertentu.
Lonjakan ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, yang berdampak pada harga minyak dunia serta biaya logistik dan impor.
Ia menegaskan, kondisi ini membuat pelaku UMKM berada dalam dilema: menaikkan harga produk dengan risiko kehilangan pelanggan atau menanggung biaya tambahan yang mempersempit margin usaha.
“Bagi UMKM, plastik bukan sekadar pembungkus, tetapi bagian dari struktur produksi yang menentukan daya saing,” tegasnya.
Yoyok juga mengingatkan bahwa kenaikan biaya produksi pada akhirnya akan berdampak pada konsumen melalui kenaikan harga barang, yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. * (erna)


