SuaraTani.com - Denpasar| Komisi IX DPR RI mendorong penguatan program pemagangan sebagai solusi strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja nasional.
Program pemagangan harus mampu menjembatani kebutuhan antara dunia pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja.
Wakil Ketua Komisi IX Yahya Zaini mengatakan, program pemagangan tidak boleh hanya bersifat formalitas, melainkan harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja.
Politisi fraksi Partai Golkar itu juga mendorong adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan Kementerian Ketenagakerjaan RI agar program tersebut benar-benar menjadi solusi dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.
"Seperti yang kita ketahui Kota Denpasar sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata memiliki potensi besar untuk memperkuat pelaksanaan pemagangan yang berkualitas,” ujar Yahya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di kantor Walikota Denpasar, Povinsi Bali, Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI total peserta program pemagangan perguruan lulusan perguruan tinggi di Provinsi Bali mencapai 1.369 orang.
Dengan jumlah perusahaan yang menerima peserta pemagangan sebanyak 199 perusahaan baik perusahaan swasta maupun pemerintah.
Untuk di Kota Denpasar terdapat 10 perusahaan yang telah turut serta berpartisipasi dalam menerima peserta pemagangan. Sebanyak 92 peserta pemagangan lulusan perguruan tinggi telah tertampung 10 perusahaan tersebut.
Hal ini menunjukkan bentuk partisipasi aktif dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pemagangan nasional lulusan perguruan tinggi.
Yahya mengatakan, pentingnya keterbukaan dunia usaha dalam menerima peserta magang agar generasi muda tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki peluang untuk direkrut secara berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, Komisi IX DPR RI menghimpun masukan dan informasi sebagai bahan evaluasi serta penyempurnaan kebijakan ketenagakerjaan ke depan, khususnya terkait program pemagangan.
"Temuan dan hasil kunjungan ini juga akan menjadi bahan pembahasan bersama kementerian terkait dan mitra kerja lainnya,” ujar Yanya.
Kota Denpasar merupakan pusat aktivitas ekonomi, kegiatan pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Provinsi Bali.
Aktivitas ekonomi yang tinggi menciptakan kebutuhan besar terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan siap kerja.
Selain itu kedekatan dengan Kawasan Pariwisata Internasional seperti Sanur, Kuta, dan Nusa Dua yang menjadi pusat industri pariwisata dan jasa, menjadikan Denpasar lokasi yang ideal untuk pengembangan pemagangan di sektor hospitality, kuliner, dan layanan jasa. * (erna)


