Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kuartal I-2026, Produksi Pupuk Kaltim Capai 2,14 Juta Ton

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyampaikan komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani secara andal dan berkelanjutan melalui capaian produksi Kuartal I 2026, di Jakarta, Rabu (29/4/2026). foto: ist

SuaraTani.com - Jakarta| PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), holding Pupuk Indonesia Grup, mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang Kuartal I-2026.

Di mana total produksi mencapai lebih dari 2,14 juta ton, terdiri dari 1,16 juta ton urea, 874 ribu ton amonia, dan 104 ribu ton NPK.

Capaian ini menegaskan peran strategis Pupuk Kaltim sebagai produsen urea terbesar di Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional guna mendukung produktivitas pertanian dan stabilitas pangan.

“Capaian produksi ini juga bagian tanggung jawab kami dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani secara andal dan berkelanjutan. Di tengah berbagai dinamika global, menjaga akses pupuk menjadi kunci untuk memastikan produktivitas pertanian nasional tetap terjaga,” ujar Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, Kamis (30/4/2026) di Jakarta.

Didukung oleh 13 pabrik dengan total kapasitas sekitar 6,47 juta ton per tahun, Pupuk Kaltim memastikan operasional berjalan secara andal dan efisien guna memenuhi kebutuhan pupuk petani secara berkelanjutan.

Sejalan dengan capaian produksi tersebut, Pupuk Kaltim juga memastikan ketersediaan stok pupuk tetap terjaga. Hingga 27 April 2026, stok pupuk Pupuk Kaltim mencapai 618.393 ton.

Stok tersebut berada di gudang produsen dan jaringan distribusi Pupuk Indonesia di seluruh Indonesia, sehingga siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan petani secara tepat waktu. 

Kinerja ini menempatkan Pupuk Kaltim sebagai salah satu penopang utama stabilitas pasokan pupuk nasional.

Anggono mengatakan, dari sisi hulu, ketersediaan gas bumi domestik, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, menjadi salah satu keunggulan dalam menjaga stabilitas produksi urea. 

Keunggulan ini memberikan fondasi yang kuat bagi Pupuk Kaltim dalam memastikan keberlanjutan pasokan pupuk nasional. 

Di saat yang sama, Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia memperkuat ketahanan pasokan bahan baku strategis lainnya melalui diversifikasi sumber, penguatan manajemen stok, serta koordinasi lintas entitas di lingkungan grup.

Sejalan dengan langkah-langkah tersebut, Pupuk Kaltim menerapkan operational excellence melalui optimalisasi proses produksi, penguatan tata kelola, dan manajemen risiko guna menjaga keandalan dan efisiensi operasional secara berkelanjutan.

Pupuk Kaltim telah merampungkan Revamping Ammonia Pabrik-2 yang merupakan proyek pertama yang diresmikan dalam program revitalisasi industri pupuk di bawah Pupuk Indonesia Grup. 

Revamping ini berhasil menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBTU per ton amonia atau lebih dari 10% dari kondisi sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung kesinambungan pasokan pupuk nasional.

VP Pengembangan Bisnis Pupuk Kaltim, Astri Agustina mengatakan, modernisasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing operasional perusahaan.  

“Modernisasi ini dilakukan pada momentum yang tepat, ketika industri pupuk dituntut semakin efisien, andal dan adaptif. Upaya ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesinambungan pasokan pupuk nasional secara berkelanjutan,” ujar Astri.

Selain revitalisasi fasilitas yang ada, Pupuk Kaltim juga tengah mengembangkan pabrik soda ash pertama di Indonesia yang dimulai sejak Oktober 2025. 

Selain mendukung kebutuhan industri nasional terhadap soda ash, pabrik ini juga akan menghasilkan amonium klorida yang dapat dimanfaatkan sebagai direct fertilizer (sumber nitrogen) atau campuran bahan baku NPK. * (junita sianturi)