SuaraTani.com - Jakarta| Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan pentingnya memahami sektor publik Indonesia, khususnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami sektor publik Indonesia secara kontekstual, tidak hanya dari perspektif teori ekonomi, tetapi juga praktik kebijakan di Indonesia. APBN merupakan cerminan kebijakan pemerintah sekaligus proyeksi arah pembangunan ke depan.
Suahasil mengatakan bahwa pembangunan ekonomi bertumpu pada tiga pilar utama yang dikenal sebagai Trilogi Pembangunan, yaitu pertumbuhan, stabilitas, dan distribusi. Ketiga pilar tersebut menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik, khususnya di sektor fiskal.
“Bagaimana menciptakan pertumbuhannya lebih tinggi, bagaimana mendistribusikan lebih baik, dan bagaimana menjaga stabilitas,” kata Wamenkeu.
Dikatakannya, sektor publik pada dasarnya adalah pengelolaan “uang rakyat” yang dihimpun melalui pajak dan penerimaan negara lainnya.
Karena itu, seluruh entitas pemerintah, termasuk kementerian dan pemerintah daerah, merupakan bagian dari sektor publik yang harus dikelola secara akuntabel.
“Selama dibiayai oleh uang yang dikumpulkan dari masyarakat, itu adalah sektor publik,” tegasnya.
Untuk itu, Wamenkeu menegaskan bahwa APBN harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas, serta memperkuat pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pengelolaan yang kredibel dan transparan, APBN diharapkan mampu menjadi instrumen utama dalam menurunkan kemiskinan dan pengangguran sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. * (erna)


