SuaraTani.com - Medan| Sektor swasta diminta untuk terlibat dalam pelaksanaan imunisasi, mulai dari memberi ruang bagi pekerja mengimunisasi anak hingga menyediakan fasilitas di lingkungan kerja.
Upaya ini diharapkan memperkuat komitmen lintas sektor untuk menekan angka zero dose dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico Waas, mengatakan Kota Medan masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaan imunisasi.
Hal itu ditandai dengan masih adanya anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau zero dose. Zero dose adalah istilah dalam program imunisasi untuk menyebut anak yang sama sekali belum pernah menerima vaksin apa pun, terutama vaksin dasar.
Pada 2025, jumlah anak zero dose di Kota Medan tercatat sebanyak 4.707 bayi, yang diukur dari capaian imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus dosis pertama.
"Pemerintah telah menetapkan target peningkatan cakupan imunisasi dalam lima tahun ke depan. Cakupan imunisasi bayi lengkap ditargetkan meningkat dari 80 persen pada 2025 menjadi 95 persen pada 2029," kata Airin dalam sambutannya yang dibacakan Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Medan, Ismiralda Wiriya Alrahman.
Hal itu disampaikannya pada rapat koordinasi sektor swasta dalam mendukung pelaksanaan imunisasi di Gedung PKK Medan, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Ade Jubaedah, Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Sumatera Utara Betty Mangkuaji, Ketua Pengurus Cabang IBI Kota Medan Kurniawati Pohan.
Hadir juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra Pulungan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Medan Petisah, serta pengurus PKK Kota Medan.
Sementara cakupan imunisasi lengkap 14 jenis vaksin ditargetkan naik dari 74 persen menjadi 90 persen, serta imunisasi anak usia sekolah dasar dari 88 persen menjadi 95 persen.
Ia juga menegaskan bahwa imunisasi merupakan proses berkelanjutan sejak bayi hingga usia sekolah. Pemberian imunisasi harus dilakukan secara bertahap sesuai usia anak, mulai sejak lahir hingga anak memasuki usia sekolah.
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan imunisasi secara menyeluruh.
Rapat koordinasi ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama penggalangan komitmen Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan dalam penurunan angka zero dose imunisasi.
Komitmen tersebut mencakup kesiapan menyukseskan Pekan Imunisasi Dunia, mengeliminasi penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, mendukung pencapaian imunisasi dan stop zero dose.
Kemudian mendorong kemitraan untuk memperluas informasi, serta mendukung mobilisasi sumber daya sektor swasta dalam pelaksanaan imunisasi pada 2026. * (junita sianturi)


