SuaraTani.com - Gresik| Selama lima tahun terakhir, Program Agrosolution Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, mampu meningkatkan produktivitas tebu pada akumulasi luas lahan program mencapai 244.721 hektare yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Manfaat program ini pun diperluas melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I, dan PT PG Candi Baru di Gresik, baru-baru ini.
"Petrokimia Gresik berkolaborasi bersama SGN dan beberapa anak perusahaan ID FOOD, yaitu PG Rajawali I dan PG Candi Baru, untuk melakukan penguatan ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir. Alhamdulillah, program ini mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," kata Johanes dalam siaran pers, Senin (6/4/2026) di Gresik.
Dikatakannya, Program Agrosolution merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap swasembada gula nasional.
Program ini mulai dijalankan sejak tahun 2021, dan berhasil meningkatkan panen tebu dengan cakupan lahan yang terus meningkat setiap tahun, yakni seluas 6.747 hektare pada tahun 2021, meningkat menjadi 47.700 hektare pada tahun 2022.
Kemudian, seluas 53.888 hektare pada tahun 2023 menjadi 60.501 hektare pada tahun 2024, dan mencapai 75.885 hektare pada tahun 2025.
"Program ini dijalankan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Johanes.
Menurut Johanes, program Agrosolution rata-rata mampu meningkatkan produktivitas tebu sebesar 12 persen. Melalui peningkatan hasil panen tersebut, pendapatan petani juga meningkat rata-rata sebesar Rp8,1 juta per hektare.
"Capaian ini merupakan hasil dari pengelolaan budidaya yang semakin optimal, didukung oleh efisiensi penggunaan agroinput serta penerapan praktik budidaya yang lebih terarah," ujarnya.
Ia juga mengatakan, program ini berkontribusi terhadap agenda nasional dan selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, antara lain mengurangi ketergantungan impor, memperkuat produksi dalam negeri, serta membangun sistem pertanian yang modern dan berkelanjutan.
"Paling utama, program ini juga mampu mengurangi ketergantungan petani tebu terhadap pupuk bersubsidi. Seluruh agroinput yang digunakan dalam Agrosolution merupakan produk nonsubsidi. Petani tidak perlu khawatir, penggunaan pupuk nonsubsidi juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan mereka," ujar Johanes.
Dijelaskannya, program agrosolution merupakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm, yang dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder.
Di antaranya lembaga perbankan yang memberikan dukungan permodalan bagi petani, lembaga asuransi, hingga offtaker pertanian.
Di tempat yang sama, Direktur Keuangan SGN, Hariyanto, menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 dan kini kembali dilanjutkan.
Menurutnya, program ini memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi petani, tetapi juga dalam upaya bersama mewujudkan swasembada gula nasional.
"Dalam kerja sama ini, SGN berperan sebagai offtaker atau pembeli tebu hasil Program Agrosolution untuk memberikan jaminan pasar kepada para petani tebu. Terima kasih atas kesempatan bermitra ini," ujar Hariyanto.
Johanes menambahkan bahwa dalam program ini Petrokimia Gresik memberikan jaminan penyediaan pupuk nonsubsidi kepada petani tebu binaan Pabrik Gula (PG) di lingkup SGN dan ID FOOD Group.
Petrokimia Gresik juga memberikan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, pengendalian hama dan penyakit, layanan uji tanah melalui tenaga Agronomis Petrokimia Gresik, serta Smart Precision Farming melalui Petrospring.
Melalui dukungan tersebut, petani memperoleh rekomendasi pemupukan sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman sehingga lebih presisi, efektif, dan efisien.
“Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk akselerasi yang lebih besar. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimis kolaborasi ini dapat meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendorong terwujudnya swasembada gula nasional yang berkelanjutan," tutup Johanes. * (junita sianturi)

,%20dan%20Direktur%20Keuangan%20PT%20Sinergi%20Gula%20Nusantara,%20Hariyanto%20(kanan),%20menandatangani%20MoU%20kemitraan%20Program%20Agrosolution%20komoditas%20tebu%20di%20Gre.png)
