SuaraTani.com - Medan| Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumut untuk periode Mei 2026, sebesar 159,92 atau turun 1,56 persen dibandingkan dengan NTP April 2026, yaitu sebesar 162,45.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra mengatakan, indeks harga yang diterima petani (It) saat ini turun nilainya sebesar 0,09% menjadi 202,02%.
Di mana komoditas penyumbang untuk indeks harga yang diterima petani yaitu pada kelapa sawit, kopi, dan ayam ras pedaging.
"Indeks harga yang dibayar petani justeru mengalami kenaikan sebesar 1,50% persen menjadi 126,33. Sehungga nilai tukar petani di Sumut pada Mei 2026 tercatat 159,92 atau turun 1,56%," kata Asim dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BPS Sumut, Jalan Asrama Medan, Selasa (2/6/2026).
Dikatakannya, penurunan NTP Mei 2026 ini disebabkan oleh turunnya NTP empat subsektor. Yakni NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,73 persen, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,78 persen, NTP subsektor Peternakan sebesar 0,74 persen, dan NTP subsektor Perikanan sebesar 1,31 persen.
Sementara, NTP subsektor Tanaman Hortikultura mengalami kenaikan sebesar 8,89 persen.
"Jadi hampir semua subsektor mengalami penurunan NTP kecuali pada subsektor tanaman hortikultura yang membaik NTP nya dari 91,48 menjadi 99,61 pada Mei 2026 atau meningkat 8,89 persen," kata Asim.
Kemudian untuk Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal terjadi penurunan pada It tetapi mengalami peningkatan pada indeks biaya produksi yang meningkat sebesar 0,62%.
Sehingga NTUP untuk Provinsi Sumut pada Mei 2026, tercatat sebesar 164,03 atau mengalami penurunan sebesar 0,70 persen dibanding NTUP April 2026.
Subsektor yang mengalami kenaikan NTUP diantaranya adalah tanaman pangan yang naik 0,12%, dan pada tanaman hortikultura naik sebesar 9,21%.
"Nilai tukar usaha pertanian pada subsektor yang lain mengalami penurunan," kata Asim. * (junita sianturi)


