Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BNPB Laporkan Peristiwa Karhutla di Sejumlah Daerah, Mulai Aceh, Kalimantan hingga Sulawesi

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (19/7/2026). foto: ist 

SuaraTani.com - Jakarta| Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada periode Minggu hingga Senin, 19-20 Juli 2026. 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kebakaran hutan terjadi di Provinsi Aceh, tepatnya di Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu, (19/7/2026), pukul 01.15 WIB, 

Posko Kecamatan Celala menerima informasi dari masyarakat mengenai terjadinya kebakaran lahan di wilayah tersebut. 

"Menindaklanjuti laporan tersebut, tim terkait segera melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi kejadian," kata Muhari dalam siaran pers, Senin (20/7/2026) di Jakarta.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1 hektare dan tidak terdapat korban jiwa. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah kata Muhari, segera berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan asesmen guna memastikan kondisi di lapangan dan menghimpun data dampak kejadian. 

Berdasarkan kondisi mutakhir, api telah berhasil dipadamkan. Situasi di lokasi telah terkendali, sementara BPBD bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.

Muhari mengatakan, karhutla juga dilaporkan terjadi di Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Minggu, (19/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. 

Berdasarkan informasi awal, kebakaran melanda kawasan lahan dan hutan, sementara penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Kebakaran mengakibatkan lahan seluas kurang lebih 2,5 hektare terbakar tanpa menimbulkan korban jiwa. Menindaklanjuti kejadian tersebut, 

BPBD Kabupaten Batang Hari telah berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan asesmen di lokasi. 

"Kondisi terkini, api telah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi telah terkendali. BPBD bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan peristiwa susulan," jelas Muhari.

Memasuki wilayah Kalimantan, karhutla juga terjadi di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu, (19/7/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kebakaran terjadi di area PT Dua Samudera Perkasa Tersus Bengkirai Sungai Dua dan penyebabnya masih dalam penyelidikan.

Data sementara menunjukkan sekitar 5 hektare lahan terdampak kebakaran tanpa adanya korban jiwa. BPBD Kabupaten Tanah Bumbu bersama pihak terkait melakukan upaya pemadaman dengan melibatkan BPBD Tanah Bumbu, Damkar Simpang Empat, Rescue Jhonlin, Security Jhonlin, serta karyawan Jhonlin. 

"Hingga kini, proses penanganan masih berlangsung dengan luas lahan yang telah berhasil ditangani mencapai sekitar dua hektare," sebut Muhari.

Masih di Pulau Kalimantan, kebakaran lahan juga terjadi di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu, (19/7) sekitar pukul 15.00 WIB. 

Kebakaran terjadi di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir; Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang; serta Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 35,2 hektare, terdiri dari sekitar 5 hektare di Kecamatan Loa Janan Ilir, 30 hektare di Kecamatan Sungai Pinang, dan 0,2 hektare di Kecamatan Samarinda Ulu. 

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBD Kota Samarinda telah melakukan pengecekan, asesmen, dan pemadaman bersama Disdamkarmat Kota Samarinda, Katana Kelurahan Simpang Tiga, serta relawan. 

"Hingga saat ini, proses penanganan masih terus berlangsung untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah meluasnya area terdampak,: terangnya.

Sementara itu, di Pulau Sulawesi, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan pada Minggu, (19/7/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. 

Kebakaran yang terjadi di lahan belakang Pertamina Ussu tersebut masih dalam penyelidikan terkait penyebabnya. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 1 hektare dan tidak menimbulkan korban jiwa. 

BPBD Kabupaten Luwu Timur bersama Dinas Pemadam Kebakaran segera melakukan pemadaman dengan melibatkan TRC BPBD, Damkar, Manggala Agni, Dinas Perhubungan, TNI, POLRI, pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat. 

"Berdasarkan kondisi mutakhir, api berhasil dipadamkan pada pukul 21.00 WITA dan situasi di lokasi telah terkendali," papar Muhari.

Muhari mengatakan, BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, terutama di wilayah yang tengah memasuki musim kemarau. 

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif. * (putri)