Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dukung Reklamasi Berkelanjutan, BRIN Bersama PT GPK Teliti Keanekaragaman Flora Kalimantan

BRIN bersama PT Graha Panca Karsa (GPK) melakukan penelitian keanekaragaman flora di kawasan hutan konsesi PT GPK di sekitar Kampung Tukul, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. foto: ist

SuaraTani.com - Kutai Barat| Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Graha Panca Karsa (GPK) melakukan penelitian keanekaragaman flora di kawasan hutan konsesi PT GPK di sekitar Kampung Tukul, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. 

Penelitian ini bertujuan menghasilkan data dasar (baseline) kondisi ekosistem hutan sebagai landasan ilmiah dalam penyusunan strategi reklamasi lahan pascatambang yang berkelanjutan dan berbasis keanekaragaman hayati.

Kalimantan, sebagai bagian dari Pulau Borneo, merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia dengan berbagai jenis tumbuhan endemik yang berperan penting dalam menjaga fungsi ekosistem. 

Meski demikian, data dasar mengenai kondisi ekologi kawasan sebelum kegiatan pertambangan, seperti komposisi jenis tumbuhan, struktur vegetasi, stok karbon, serta pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat lokal, masih relatif terbatas.

Untuk melengkapi data tersebut, tim peneliti dari Pusat Riset Sistem Biota BRIN melakukan inventarisasi keragaman tumbuhan melalui analisis vegetasi. 

Analisis ini mencakup identifikasi komposisi jenis, tingkat dominansi, struktur tegakan, dan pola regenerasi alami hutan. Selain itu, tim mengukur berbagai faktor lingkungan, meliputi intensitas cahaya, suhu, kelembapan, dan pH tanah.

Pengambilan sampel tanah juga dilakukan untuk menganalisis sifat fisika dan kimianya sehingga karakteristik tanah serta kandungan unsur hara yang mendukung pertumbuhan vegetasi dapat diketahui. 

Di samping itu, pengukuran diameter pohon dan identifikasi jenis tumbuhan dilakukan untuk mengestimasi stok karbon yang tersimpan di kawasan hutan tersebut.

Sebagai bagian dari upaya konservasi, berbagai bibit tumbuhan lokal dikoleksi dari kawasan hutan untuk ditangani dan diaklimatisasi di pembibitan PT Graha Panca Karsa. 

Bibit tersebut dipersiapkan sebagai bahan rehabilitasi lahan pascatambang, sedangkan sebagian lainnya akan dikonservasi secara ex situ di Kebun Raya Purwodadi sebagai koleksi hidup sekaligus bahan penelitian lanjutan.

Peneliti Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Trimanto, menegaskan bahwa ketersediaan data dasar ekologi merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan reklamasi dan restorasi kawasan pascatambang.

“Data baseline mengenai kondisi ekologi kawasan pra-tambang sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan strategi reklamasi yang tepat. Pendekatan berbasis spesies lokal diharapkan mampu memulihkan fungsi ekosistem sekaligus menjaga kelestarian flora khas Kalimantan,” ujar Trimanto, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, penggunaan tumbuhan lokal dalam kegiatan reklamasi berpotensi memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi karena telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat.

Konsep reklamasi berbasis tumbuhan lokal tidak hanya bertujuan mengembalikan tutupan vegetasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati Kalimantan. 

"Selain itu, koleksi tumbuhan yang diperoleh akan mendukung penelitian lanjutan dan pengembangan konservasi ex situ di kebun raya,” tambahnya.

Selain mengkaji aspek ekologis, tim peneliti juga mendokumentasikan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tumbuhan melalui pendekatan etnobotani. 

Kajian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat sekitar hutan, baik sebagai sumber pangan, obat-obatan, bahan bangunan, maupun untuk kebutuhan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Data yang diperoleh dari penelitian ini akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan strategi konservasi, restorasi ekosistem, dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. 

Kolaborasi BRIN dan PT Graha Panca Karsa juga menunjukkan bagaimana kegiatan riset dapat mendukung penyediaan data ilmiah bagi upaya reklamasi pascatambang yang mempertimbangkan aspek keanekaragaman hayati. * (junita sianturi)