Kebun Raya Bogor memperkuat upaya konservasi tumbuhan melalui pembibitan berbagai jenis tumbuhan langka sebagai bagian dari rehabilitasi koleksi ilmiah. foto: istSuaraTani.com - Jakarta| Kebun Raya Bogor memperkuat upaya konservasi tumbuhan melalui pembibitan berbagai jenis tumbuhan langka sebagai bagian dari rehabilitasi koleksi ilmiah.
Pembibitan diprioritaskan untuk menggantikan koleksi yang telah hilang, memperbanyak koleksi kritis yang jumlah individunya sangat terbatas, serta melestarikan spesies yang masuk kategori terancam menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Pelaksana Fungsi Pemrosesan Koleksi Ilmiah Tumbuhan Hidup Kebun Raya Bogor, Ida Sufaidah, mengatakan, pembibitan menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaga keberlanjutan koleksi ilmiah tumbuhan hidup di Kebun Raya Bogor.
Bibit calon koleksi ilmiah berasal dari berbagai sumber, mulai dari hasil perbanyakan koleksi yang telah ada, pertukaran material koleksi antar kebun raya, kegiatan eksplorasi di habitat alami, hingga sumbangan dari lembaga maupun masyarakat yang memenuhi persyaratan data koleksi.
"Pada tahun 2025, kami memprioritaskan perbanyakan koleksi untuk tiga kategori, yaitu rehabilitasi, koleksi kritis, dan tumbuhan langka. Koleksi rehabilitasi ditujukan untuk menggantikan tumbuhan yang telah mati berdasarkan hasil sensus, sedangkan koleksi kritis merupakan jenis yang hanya tersisa satu atau dua spesimen di Kebun Raya Bogor," jelas Ida, dalam siaran pers yang dikutip, Selasa (7/7/2026) di Jakarta.
Menurutnya, tumbuhan langka yang diprioritaskan merupakan spesies yang masuk kategori Vulnerable, Endangered, Critically Endangered, hingga Extinct in the Wild berdasarkan daftar merah IUCN.
Sepanjang 2025, tim pembibitan telah melakukan perbanyakan terhadap 37 jenis tumbuhan, yang sebagian besar merupakan koleksi prioritas untuk mendukung rehabilitasi dan konservasi.
Selain memperbanyak tanaman, tim pembibitan juga melakukan berbagai kegiatan pemeliharaan bibit, seperti pengendalian gulma dan hama penyakit, penyiraman, transplanting, penggantian media tanam, serta penataan bibit berdasarkan suku atau famili.
Setiap bibit juga dilengkapi label identitas yang memuat informasi mengenai nama jenis, asal koleksi, hingga kolektor untuk menjaga ketertelusuran data koleksi ilmiah.
Kebun Raya Bogor juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknik perbanyakan vegetatif, bimbingan teknis kepada pengelola Kebun Raya ITERA mengenai perbanyakan Nepenthes, serta pembimbingan mahasiswa magang dalam pengelolaan koleksi ilmiah tumbuhan hidup.
Pada tahun yang sama, tim pembibitan juga menangani 120 spesimen calon koleksi ilmiah yang didepositkan oleh peneliti BRIN. Material tersebut menjalani proses transplanting dan aklimatisasi sebelum ditetapkan sebagai koleksi ilmiah Kebun Raya Bogor.
Menurut Ida, pembibitan tidak hanya mendukung pelestarian koleksi di Kebun Raya Bogor, tetapi juga menjadi bagian dari layanan koleksi ilmiah.
Pada 2025, Kebun Raya Bogor memberikan hibah 108 spesimen tanaman langka kepada PT Wijaya Karya serta menerima kunjungan Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup yang mempelajari tata kelola koleksi ilmiah untuk mendukung penyediaan bibit tanaman endemik bagi pemulihan lahan dan ekosistem pascabencana hidrometeorologi maupun kebakaran lahan.
Melalui penguatan pembibitan, rehabilitasi koleksi, dan pengelolaan koleksi ilmiah yang terintegrasi, BRIN terus memperkuat peran Kebun Raya Bogor sebagai pusat konservasi tumbuhan ex situ sekaligus penyedia koleksi ilmiah yang mendukung penelitian, pendidikan, dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. * (junita sianturi)

