Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Komisi IV Dorong Hilirisasi Garam Bali untuk Industri Spa

Komisi IV DPR RI mendorong penguatan hilirisasi komoditas garam di Bali agar tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku konsumsi, tetapi juga menjadi produk bernilai tambah. foto: int

SuaraTani.com - Badung| Komisi IV DPR RI mendorong penguatan hilirisasi komoditas garam di Bali agar tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku konsumsi, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV, Panggah Susanto mengatakan, Bali memiliki potensi besar dalam pengembangan produk turunan garam, terutama karena didukung kawasan pariwisata yang dapat menjadi pasar bagi produk-produk berbasis kelautan.

“Sekarang ini kita sedang meninjau salah satu pengembangan yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yaitu memanfaatkan produksi garam rakyat untuk kosmetik dan kesehatan. Tadi kita melihat kawasan ini memang merupakan daerah wisata, sehingga sangat cocok dikembangkan sebagai daya tarik tambahan melalui spa yang memanfaatkan garam untuk produk kosmetik,” ujar Panggah.

Hal tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Unit Yasa Segara, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, pengembangan produk garam bernilai tambah tersebut perlu memperoleh dukungan yang lebih besar dari pemerintah, baik melalui peningkatan standardisasi mutu, pengolahan, pengemasan, pemasaran, maupun hilirisasi produk. 

Dengan demikian, nilai ekonomi garam rakyat dapat terus meningkat dan memberikan manfaat lebih luas bagi petambak garam, koperasi, kelompok perempuan pesisir, hingga pelaku UMKM.

Komisi IV juga meninjau Gerai Marine Spa yang dibina Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Koperasi Unit Yasa Segara. Gerai yang direnovasi pada 2019 itu tidak hanya menyediakan layanan spa, tetapi juga menjadi etalase berbagai produk biofarmakologi hasil laut.

Staf Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Resti, menjelaskan bahwa gerai tersebut memasarkan berbagai produk olahan hasil laut, mulai dari garam spa, sabun rumput laut, hingga lulur berbahan rumput laut yang diproduksi oleh kelompok-kelompok binaan di Bali.

“Gerai Marine Spa ini bukan hanya untuk jasanya saja, tetapi juga menjadi tempat menampilkan produk-produk biofarmakologi hasil laut, seperti garam, lulur rumput laut, dan sabun rumput laut. Produk-produk tersebut merupakan hasil kelompok binaan, termasuk dari Nusa Penida, meskipun saat ini pemasarannya masih dalam skala kecil,” jelas Resti.

Komisi IV menilai model pengembangan tersebut memiliki prospek yang baik karena mampu mengintegrasikan potensi sumber daya kelautan dengan sektor pariwisata. 

Ke depan, dukungan terhadap hilirisasi produk garam dan hasil laut diharapkan dapat diperkuat agar memiliki daya saing lebih tinggi, membuka pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. * (erna)