Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ekonomi Sumut di 2021 Bertumbuh 2,61%

Koordinator Fungsi Neraca Wilayah & Analisis Statistik BPS Sumut, Taulina Anggarani, saat mwemaparkan pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2021, Senin (7/2/2022).suaratani.com-ist 

SuaraTani.com – Medan| Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat, perekonomian Sumut di triwulan IV tahun 2021 tercatat sebesar 3,81% dibandingkan triwulan IV tahun 2020. 

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 9,86%. Semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif termasuk lapangan usaha yang memiliki peran penting terhadap perekonomian Sumatera Utara seperti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh sebesar 5,63%; Industri Pengolahan sebesar 1,07%; dan Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 5,21%.

“Sementara untuk lapangan usaha yang terdampak pandemi Covid-19 pada triwulan IV-2020, pada triwulan ini mengalami pertumbuhan positif seperti Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh sebesar 1,72%; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 4,17%; dan Jasa Kesehatan tumbuh sebesar 5,41%,” ujar Koordinator Fungsi Neraca Wilayah & Analisis Statistik BPS Sumut, Taulina Anggarani, dalam pemaparannya, Senin (7/2/2022).

Dengan pertumbuhan di triwulan IV yang sebesar 3,81%, maka di tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Sumut di tahun 2021 menurut Taulina mencapai 2,61%. 

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 6,51%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 15,09%.

“Semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif kecuali Transportasi dan Pergudangan yang mengalami konstraksi sebesar 3,63%; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami konstraksi sebesar 0,81%; dan Jasa Perusahaan mengalami konstraksi sebesar 0,14%,” sebut Taulina.

Ditambahkannya, Struktur PDRB Sumut  menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2021 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Sumut masih didominasi oleh Komponen PK-RT sebesar 50,79%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 38,83%; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 30,56%; Komponen PK-P sebesar 6,81%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,73%; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 0,86%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB memiliki peran sebesar 29,57%.

“Perekonomian Sumatera Utara berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2021 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 859,87 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 547,65 triliun,” pungkasnya. *(ika)