Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Januari, Seluruh Kota IHK di Sumut Inflasi

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumut, Dinar Butar-butar.suaratani.com-ist 


SuaraTani.com – Medan| Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat seluruh kota IHK di Sumut mengalami inflasi di bulan Januari. 

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumut, Dinar Butar-butar, mengatakan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga yang mencapai 1,53%, disusul Kota Medan sebesar 1,04%, kemudian Pematangsiantar sebesar 0,96%, Kota Gunung Sitoli sebesar 0,93%, dan Kota Padangsidimpuan sebesar 0,90%. Dengan demikian, gabungan 5 kota IHK di Sumut inflasi 1,03%.

“Bahkan inflasi di Kota Sibolga merupakan tertinggi secara nasional,” ujar Dinar dalam press release bulanan yang berlangsung secara daring, Rabu 92/2/2022). 

Dinar menyebutkan, inflasi yang terjadi di Kota Medan disebabkan karena adanya kenaikan harga dari 7 kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,57%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,90%. 

Kemudian kelompok transportasi sebesar 0,52%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,02%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,42%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,74%. 

Di sisi lain, kelompok yang mengalami penurunan harga, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04%; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12%. 

“Sedangkan 2 kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok kesehatan; dan kelompok pendidikan,” sebutnya.

Jika dilihat berdasarkan komoditi, lanjutnya, inflasi di Medan antara lain disebakan kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras, rokok kretek filter, tomat, minyak goreng, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan angkutan udara.

“Untuk minyak goreng, hanya Kota Sibolga saja yang tidak terkena andil kenaikan harga migor, sementara kota lainnya juga terdampak,” terangnya.

Sementara yang memberi andil deflasi itu komoditi cabai merah, buah naga, dan termasuk juga biaya administrasi transfer uang. *(ika)