Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KKP Latih 600 Nelayan untuk Wujudkan Kampung Nelayan Maju

BRSDM melalui Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) menggelar pelatihan bagi masyarakat nelayan.suaratani.com-ist 

SuaraTani.com – Jakarta| Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku utama kelautan dan perikanan, salah satunya nelayan, merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembangunan kampung perikanan, seperti Kampung Nelayan Maju (Kalaju). 

Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) gencar meningkatkan kapasitas nelayan melalui berbagai pelatihan.

Untuk mendukung program Kalaju tersebut, BRSDM melalui Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) menggelar pelatihan bagi masyarakat nelayan di berbagai daerah.

Terbaru, Puslatluh KP melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon menggelar dua pelatihan secara daring bagi para nelayan pada minggu ketiga dan keempat Mei 2022. 

Kegiatan tersebut terdiri dari Pelatihan Perawatan dan Perbaikan Mesin Motor Tempel dengan peserta sebanyak 272 orang dan Pelatihan Penangkapan Ikan dengan Pancing Tonda yang diikuti sebanyak 328 orang.

Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta, menyampaikan, pelatihan ini adalah salah satu upaya untuk mewujudkan program prioritas KKP, dalam hal ini Kalaju dan penangkapan ikan terukur. Ia menyebutkan, program Kalaju merupakan upaya mewujudkan ekonomi biru, dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui sektor kelautan dan perikanan. 

Untuk itu, masyarakat perlu didukung dengan kompetensi yang mumpuni, sehingga mendukung produktivitas nelayan, yang berujung kepada peningkatan hasil produksi yang berkelanjutan.

Sementara itu Kepala Puslatluh KP, Lilly Aprilya Pregiwati, menekankan, pelatihan tersebut berpotensi sebagai peluang ekonomi alternatif bagi para nelayan selain melaut. Contohnya dengan memanfaatkan ilmu dari pelatihan untuk membuka bengkel perawatan mesin kapal maupun membuka usaha penjualan alat tangkap ikan.

"Selain kegiatan kelompok para nelayan untuk berbagi informasi, kelompok juga bisa membuat usaha bengkel bersama. Seperti yang diketahui, agak sulit mencari bengkel untuk servis motor tempel di daerah pesisir, dengan dibantu pengawasan dan pelayanan kompetensi dari BPPP Ambon," terangnya.

Lilly menambahkan, pancing tonda adalah alat tangkap ikan populer yang relatif mudah dioperasionalkan, biayanya murah, dan bisa menggunakan umpan buatan. Dengan demikian, alat ini memiliki pangsa pasar yang baik di e-commerce.

"Saya menemukan bahwa ada produk pancing tonda yang dijual secara online. Nah, barangkali setelah diajarkan untuk membuat pancing tonda di pelatihan ini, bisa diaplikasikan untuk menjadi peluang usaha penjualan alat tangkap juga bagi masyarakat, tentu keuntungannya akan lebih banyak," ungkapnya.

Pancing tonda sendiri adalah alat tangkap yang telah umum dikenal oleh kalangan nelayan. Alat ini berbentuk pancing yang diberi tali panjang dan ditarik oleh perahu atau kapal. Penarikan oleh kapal tersebut membuat umpan hidup atau buatan yang digunakan di mata pancingnya bergerak sehingga merangsang ikan untuk memakannya. *(putri)