SuaraTani.com – Medan| Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada April 2022 mengalami kenaikan 2% dibandingkan Maret 2022, atau dari US$1,26 miliar menjadi US$1,29 miliar.
“Dan bila dibandingkan dengan April 2021, ekspor Sumut, mengalami kenaikan sebesar 28,69,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Nurul Hasanudin di Medan, Jumat (3/6/2022).
Dijelaskannya, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar pada April 2022 terhadap Maret 2022 adalah golongan alumunium sebesar US$40,25 juta (276,98%), diikuti golongan berbagai produk kimia naik sebesar US$28,19 juta (15,78%).
“Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan ekspor terbesar yaitu lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$65,47 juta (-11,11%) diikuti golongan karet dan barang dari karet turun sebesar US$18,70 juta (-13,58%),” sebutnya.
Sementara jika dilihat berdasarkan sektor, kata Nurul, maka sektor pertanian di bulan April 2022mengalami penurunan US$6,15 juta (-10,19%) dibandingkan Maret 2022, sektor Industri naik sebesar US$31,54 juta (2,62%), sektor pertambangan dan penggalian turun US$52,00 ribu (-90,57%).
“Kontribusi nilai ekspor sektor industri terhadap total nilai ekspor April, sebesar 95,80%, sektor pertanian sebesar 4,20%, dan sektor pertambangan dan penggalian, sektor minyak dan gas, serta sektor lainnya sebesar 0,00%,” ujarnya.
Nurul menambahkan, ekspor ke Tiongkok pada April 2022 merupakan yang terbesar yaitu US$203,80 juta diikuti Amerika Serikat sebesar US$138,58 juta dan Belanda sebesar US$97,91 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,10%.
“Yang kalau dikelompokkan, maka kelompok negara utama tujuan ekspor pada April 2022, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai US$438,59 juta (33,97%),” pungkasnya. *(ika)

.jpeg)
