Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pengiriman Mulai Lancar, Ekspor Karet Sumut Juni Meningkat 41%

Petani karet menyadap pohon karet miliknya di Tapanuli Selatan. Di bulan Juni, pengiriman karet meningkat seiring dengan berkurangnya penundaan pengapalan.suaratani.com-dok

SuaraTani.com – Medan| Volume ekspor karet Sumatera Utara (Sumut) untuk pengapalan Juni 2022 mengalami peningkatan 41% menjadi 36.734 ton dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 26.051 ton. Adanya peningkatan ekspor ini diantaranya disebabkan peningkatan permintaan dari pabrik ban. 

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Sumut, Edy Irwansyah, mengatakan, permintaan di akhir semester I biasanya untuk menjaga stok. Selain itu akibat adanya penundaan pengiriman (delay shipment) pada Mei yang digeser ke Juni, kemudian masih adanya penundaan pengiriman di bulan Juli.  Sedangkan karet yang tertahan di kapal feeder Mathu Buhum sejak 4 Mei 2022 belum ada kepastian kapan berlayar kembali.

“Akhir semester I atau awal semester II biasanya akan ada peningkatan permintaan dari pabrik ban untuk menambah stok. Permintaan ini mungkin saja dialihkan ke negara produsen lainnya yang lebih menguntungkan, baik dari sisi produksi maupun harga,” ujar Edy Irwansyah di Medan, Senin (11/7/2022).

Edy menyebutkan, total volume ekspor untuk semester I 2022 sebesar meningkat 1,24% menjadi 189.605 ton dibandingkan semester I 2021. 

“Melihat perkembangan ini, ada potensi volume ekspor semester II 2022 juga membaik,” sebutnya.

Di bulan Juni, lanjut Edy, negara tujuan ekspor karet asal Sumut masih ke 31 negara, dimana Rusia belum juga termasuk di dalamnya. 

“Adapun 5 negara tujuan ekspor utama karet Sumut adalah Jepang (26,46%), Brazil (11,21%), USA (9,77%), Turki (7,79%), dan China (7,63%),” tambahnya.

Harga karet rata-rata untuk TSR20 pada Juni 2022 FOB Singapura adalah 163.92 sen AS per kg atau naik 2,06 sen dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya. Harga penutupan pada 8-Jul sebesar 160,5 sen. Harga ini tergolong rendah dan masih jauh dari level renumerative untuk petani karet, yakni US$2,5. *(ika)