Kepala BKIPM, Pamuji Lestari, berfoto bersama usai pencanangan WBK dan WBBM di Bengkulu, Rabu (26/10/2022).suaratani.com-istHal ini sejalan dengan pencangan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di kantor unit pelayanan teknis (UPT) SKIPM Bengkulu.
"WBK dan WBBM ini sesuatu yang sangat serius, jadi komitmen kita untuk transparan dan menolak segala bentuk gratifikasi," tegas Kepala BKIPM, Pamuji Lestari, usai pencanangan WBK dan WBBM di Bengkulu, Rabu (26/10/2022).
Karenanya, Tari mengingatkan agar jajarannya tak main-main dalam memberikan layanan quality assurance kepada masyarakat.
Dikatakannya, pengurusan sertifikasi mulai dari cara karantina ikan yang baik (CKIB), kesehatan ikan (HC), hingga hazard analysis and critical control point (HACCP) harus bebas dari pungli.
"Jadi kalau ada yang main-main dengan layanan saya pastikan sanksi tegas sudah menanti anda," katanya.
Dalam penandatanganan Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM, BKIPM juga mengundang UPT KIPM seluruh Indonesia.
Bahkan, dia mengajak pelaku usaha perikanan untuk hadir secara daring dan luring agar mereka menjadi saksi komitmen tersebut.
"Ini sengaja kami mengajak teman-teman UPT se-Indonesia dan juga rekan-rekan pelaku usaha agar jadi saksi sekaligus mengingatkan kami kalau masih ada yang tidak beres," ujar Tari.
Sementara Kepala Stasiun KIPM Bengkulu, Sugeng Prayogo mengaku akan berusaha semaksimal mungkin mengemban amanat tersebut. Menurutnya, layanan yang bersih akan berbanding lurus dengan kepercayaan publik sekaligus berdampak pada perekonomian daerah.
"Tentu ini amanah, karena dengan layanan bersih masyarakat percaya dan akan terus datang sekaligus berdampak pada geliat usaha mereka," kata Sugeng.
Pencanangan WBK dan WBBM ini pun diapresiasi Kepala Ombusman RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Herdi Puryanto. Dia mengaku akan turut mengawal komitmen SKIPM Bengkulu dalam memberikan layanan prima tersebut.
"Ini merupakan suatu hal yang luar biasa. Ini akan menjadi saksi kita. Semua harus mengawal dan mengimplementasikannya, karena ini sudah menjadi tanggung jawab kita yang menyaksikan," ujar Herdi. *(putri)

