Pelatihan Pembesaran Lobster Air Laut yang digelar di Kabupaten Sumba, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 19 – 20 Oktober 2022.suaratani.com-istSuaraTani.com – NTB| Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan budidaya lobster di Indonesia.
KKP telah menetapkan pengembangan budidaya lobster sebagai program prioritas dan menjadikan komoditas tersebut sebagai unggulan ekspor produk perikanan.
Penyiapan sumber daya manusia unggul di antaranya melalui kegiatan ‘Pelatihan Pembesaran Lobster Air Laut’ yang digelar di Kabupaten Sumba, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 19 – 20 Oktober 2022.
"BRSDM berkomitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan program prioritas KKP. Dukungan tersebut dilakukan untuk memenuhi target pasar ekspor khususnya komoditas lobster, mencapai 7.220 ton," ucap Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta, dalam siaran resmi KKP, Rabu (26/10/2022).
Kegiatan pelatihan difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, dengan diikuti 300 peserta yang terdiri dari 150 pelaku utama perikanan di Desa Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa dan 150 peserta lainnya merupakan pelaku utama di Desa Waworada, Kecamatan Langudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
"Berdasarkan data KKP di tahun 2021, NTB menempati urutan pertama dalam pengembangan kegiatan budidaya lobster. Melalui pelatihan ini, diharap mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam memenuhi target pasar ekspor lobster di tahun 2024," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta dibekali beragam materi mulai dari persiapan wadah, pengelolaan benih lobster, pemeliharaan lobster, hingga panen dan pasca panen.
Dalam laporannya, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati, menuturkan bahwa budidaya lobster di Sumbawa dan Bima juga memiliki potensi bisnis yang tinggi.
“Para pembudidaya lobster di Sumbawa dan Bima memiliki potensi bisnis lobster yang diperkirakan mencapai 7,1 juta ekor, dengan peluang keuntungan mencapai angka 100 hingga Rp200 miliar per tahun. Harapannya melalui pelatihan ini, produksi perikanan menjadi produk unggulan di pasar internasional sehingga dapat membangun perekonomian perikanan nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa, Widodo, mengatakan bahwa luas wilayah yang potensial untuk kegiatan perikanan budidaya seluas 21.800 Ha dan baru dimanfaatkan sekitar 12.549 Ha atau 57,48%.
"Oleh karena itu, seluruh masyarakat Sumbawa harus dapat melihat peluang tersebut dengan manfaatkan kesempatan serta bantuan KJA dengan sebaik-baiknya, untuk memulai usaha budidaya lobster air laut,” ujar Widodo.
Di samping menyelenggarakan pelatihan budidaya, pada Oktober 2022, BRSDM melalui BPPP Banyuwangi turut menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Olahan, sebagai di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dengan difasilitasi BPPP Banyuwangi.
Pelatihan ini diikuti 300 pelaku usaha olahan ikan. Pada pelatihan ini, para peserta dibekali materi berupa pembuatan schotel ikan, mini crispy ikan, siomay ikan, dan cheese ball ikan. *(putri)

