Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tingkatkan Praktik Pertanian, Sinar Mas Agribusiness and Food Perkenalkan Program Sawit Terampil

Head of Corporate Communication Sinar Mas Agribusiness and Food,Wulan Suling, saat memberikan penjelasan terkait topik pada diskusi media yang bertajuk “Kemamputelusuran pada Kelapa Sawit Berkelanjutan – Apa Langkah Selanjutnya?” hari ini (20/10/2022). Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengenalkan inisiatif Perusahaan, yaitu program Sawit Terampil dan mengajak multi-stakeholder untuk berkolaborasi memastikan rantai pasok sawit yang berkelanjutan.suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Jakarta| Sinar Mas Agribusiness and Food bekerja sama dengan MARS dan Fuji Oil menyelenggarakan program Sawit Terampil, sebuah program peningkatan keterampilan bagi lebih dari 4.000 petani swadaya dari area Ekosistem Leuser di Aceh dan Sumatra Utara. 

Program ini dibangun dari inisiatif kemamputelusuran hingga ke perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food, dimana pada akhir 2021 Perusahaan telah berhasil memetakan 95% rantai pasoknya. Melalui Sawit Terampil, Sinar Mas Agribusiness and Food berupaya untuk membantu meningkatkan mata pencaharian para petani yang teridentifikasi.

Program Sawit Terampil bertujuan memberikan dukungan menyeluruh bagi petani swadaya melalui pelatihan kelompok dan dukungan individual untuk menerapkan praktik pertanian yang baik. Serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas dan sesi pendampingan dilakukan untuk  mentransfer pengetahuan kepada para petani swadaya sehingga mereka dapat meningkatkan metode budidayanya serta mencapai tahapan siap untuk mendapatkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), yang diharapkan akan membantu meningkatkan pendapatan mereka.

“Meningkatkan kemampuan petani dan pemasok melalui transfer pengetahuan adalah kunci untuk menerapkan praktik-praktik pertanian berkelanjutan. Berdasarkan informasi yang kami peroleh melalui inisiatif kemamputelusuran, kami dapat menganalisis potensi kesenjangan dalam produktivitas, hasil panen, dan praktik pertanian, serta memberikan dukungan yang tepat kepada para petani,” ujar Anita Neville, Chief Sustainability & Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, di hadapan para mitra dan pemasok dalam acara webinar berjudul “Kemamputelusuran pada Kelapa Sawit Berkelanjutan – Apa Langkah Selanjutnya?” yang digelar Kamis (20/10/2022).

Head of Traceable & Transparent Production Sinar Mas Agribusiness and Food, Wahyu Wigati Wijayanti, membuka diskusi panel dengan menjelaskan bagaimana perusahaan secara aktif melibatkan petani dalam serangkaian pelatihan untuk meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan. 

“Program Sawit Terampil saat ini sudah dilaksanakan di 10 kabupaten di Sumatra Utara dan Aceh, dan dilangsungkan hingga bulan Desember 2023. Sejak program ini dilaksanakan, sekitar 61% peserta semakin memahami praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan dibandingkan sebelum mereka mengikuti program,” katanya.

Nantinya, kata Wahyu, mereka ingin membantu petani yang sudah siap untuk memperoleh sertifikasi ISPO dan RSPO. 

“Kami terus menyambut peluang baru untuk bekerja sama dengan mitra-mitra potensial agar dapat membantu para petani dan sektor pertanian untuk bertumbuh,” tambah Wahyu.

Sinar Mas Agribusiness and Food yakin bahwa meningkatkan mata pencaharian petani merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kontribusi dari semua pemangku kepentingan dalam rantai nilai, termasuk petani, pengolah, pedagang, dan produsen pengguna-akhir. 

Perusahaan telah mengembangkan ekosistem pengetahun yang didukung oleh mitra pembiayaan untuk membantu melaksanakan program Sawit Terampil, termasuk Koltiva, sebuah perusahaan agroteknik sebagai mitra pelaksana; SMART Research Institute (SMARTRI), divisi penelitian Perusahaan di bidang praktik agronomi sebagai pembimbing; serta MARS dan Fuji Oil, yang memiliki komitmen serupa dengan Perusahaan.

Rukaiyah Rafik, Kepala Sekolah Petani Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan menekankan bahwa kurangnya pengetahuan dan edukasi sering kali menghambat petani. Ia menyatakan bahwa petani memiliki hasil yang rendah karena varietas dan kualitas buah yang mereka tanam. Tingginya buta huruf di kalangan petani menyulitkan mereka untuk mencatat produksi dan kegiatan pertanian lainnya dengan benar. 

Namun demikian, tantangan tersebut dapat diatasi dengan bantuan terarah dan transfer pengetahuan, seperti program Sawit Terampil,” kata Rukaiyah. *(ika/ril)