Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan.suaratani.com-ist Untuk mempercepat penerapan industri 4.0 di sektor tersebut, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi transformasi digital.
“Tantangan ke depan tidak hanya cukup dengan menghasilkan SDM yang kompeten saja, namun SDM yang sudah tidak gagap dengan transformasi teknologi industri 4.0. Oleh karena itu, Pusat Industri Digital Indonesia PIDI 4.0 dapat menjadi jembatan untuk mengakselerasi transformasi tersebut,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan di Jakarta, Senin (31/7/2023).
Dalam upaya mendorong akselerasi adopsi dan implementasi industri 4.0 pada sektor industri otomotif, PIDI 4.0 menjalin kolaborasi dengan Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin dan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk menginisiasi penyelenggaraan Workshop Awareness Industri 4.0 dengan tema “Arah Kebijakan Industri 4.0 dan Implementasi Teknologi Industri 4.0 pada Sektor Otomotif”.
Lokakarya ini diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari level top management dari berbagai perusahaan otomotif nasional, asosiasi perusahaan otomotif, serta sektor industri kecil dan menengah (IKM) pendukung industri sektor otomotif.
“Industri otomotif memiliki kontribusi signifikan pada sektor manufaktur nasional, dengan menyerap tenaga kerja langsung hingga 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut dari hulu sampai hilir, yang juga melibatkan peran IKM pendukung otomotif,” papar Masrokhan.
Kepala Sekretariat PIDI 4.0, Mukhlis Afriyanto, mengatakan, saat ini, PIDI 4.0 memiliki 5 layanan utama, yaitu showcase, capability, ekosistem, delivery, serta AI & Engineering.
“Melalui layanan PIDI 4.0 tersebut, diharapkan PIDI 4.0 dapat menjadi one stop solution dalam mengakselerasi transformasi industri 4.0 di Indonesia,” ujarnya.
Workshop Awareness Industri 4.0 tersebut menghadirkan 3 narasumber, yaitu 2 expert dari PT TMMIN, 1 expert dari PT Akebono Brake Astra. *(jasmin)

