Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Akhir Pekan, IHSG dan Rupiah masih Belum Bisa Bangjkit

Seorang warga menunjukkan uang pecahan Rp75 ribu. Di akhir pekan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan.suaratani.com-dok

SuaraTani.com – Medan| Kinerja mata uang dolar Amerika Serikat membaik menjelag pidato Gubernur Bank Sentral AS pada symposium Jackson hole di akhir pekan ini, meski belum ada gambaran kerangka kebijakan apa yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. 

Akan tetapi, data menunjukan resesi ekonomi AS yang bakal terjadi mungkin tidak akan seburuk perkiraaan. Hal tersebut didukung oleh penurunan jumlah klaim pengangguran di AS sebelumnya.

Meski demikian, target untuk menurunkan suku bunga acuan menurut Analis Keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin masih belum tercapai. 

Ini yang menjadi ancaman pasar kedepan, karena Bank Sentral AS masih akan menaikkan besaran bunga acuannya di waktu yang akan datang, sehingga tekanan pasar keuangan masih berpeluang terjadi kedepannya. 

“Dan situasi bisa menjadi lebih buruk jika kondisi geopolitik kian memanas,” kata Gunawan Benjamin di Medan, Jumat (25/8/2023).

Di akhir pekan ini, ucap Gunawan, kinerja mata uang dolar Amerika Serikat menguat yang tercermin dari kinerja indeks dolar Amerika Serikat yang mengalami kenaikan, bahkan mencapai rekor tertinggi di level 104.31.

“Dan mata uang dolar Amerika Serikat juga menguat terhadap mata uang rupiah dimana pada  perdagangan sehari sebelumnya, rupiah diperdagangkan dikisaran 15.250 per dolar, namun di akhir pekan ini mata uang rupiah melemah di kisaran level 15.300 per dolar,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjut pria berkaca mata ini, kinerja Iindeks harga saham gabungan (HSG) terpantau mengalami pelemahan, namun belum beranjak jauh dari level penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

IHSG hanya ditutup melemah tipis 0.057% di level 6.895,44. Dan kinerja yang lebih buruk dari IHSG melanda sejumlah bursa di Asia pada akhir pekan ini. Pertemuan seluruh Bank Sentral di dunia sejauh ini belum mampu menjadi katalis positif bagi pasar keuangan di tanah air.

“Akan tetapi tekanan yang ditimbulkan tidak seburuk dari ekspektasi saya sebelumnya. Kinerja perekonomian AS yang meskipun masih terancam resesi, diharapkan masih akan menjadi motor pemulihan ekonomi global. Setelah ekonomi China di sisi lainnya mengalami tekanan yang besar, sehingga kemampuannya dalam menggerakan perekonomian diragukan belakangan ini,” lanjutnya.

Sementara itu, harga emas di akhir pekan juga mengalami koreksi tipis di kisaran level US$1.917 per ons troy nya. 

Harga emas pada dasarnya selama sepekan terakhir berada dalam tren naik. Namun menjelang pidato Gubernur Bank Sentral AS kinerjanya sedikit menurun. Jika dirupiahkan, harga emas saat ini ditransaksikan dikisaran level Rp946 ribu per gram nya. *(ika)