Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bertemu KPPU, Hiswana Migas Sumut Sebut Pasokan LPG 3 Kg Terhenti di Tanggal Merah

KPPU Kanwil I Medan saat menggelar pertemuan dengan Hiswana Migas Kanwil I Medan, Selasa (1/8/2023).suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Medan| Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I mengundang Hiswana Migas DPC Sumatera Utara (Sumut) untjk membahas perihal penyebab kelangkaan LPG 3 kilogram (Kg).

Kepala Kantor Wilayah I, Ridho Pamungkas,  mengatakan bahwa penyediaan dan pendistribusian LPG sudah ada aturannya berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. 

Namun fakta di lapangan di beberapa daerah terjadi kelangkaan dan menyebabkan harga jual  konsumen di atas HET. Hal tersebut dapat menjadi salah satu penyumbang inflasi di Sumut, khususnya Kota Medan.

"Dari data yang kami peroleh dari Pertamina, realisasi penyaluran LPG 3 kg di Kota Medan dan Deliserdang mengalami penurunan dari bulan Mei ke bulan Juni, dimana justru di bulan Juni, permintaan masyarakat sedang tinggi karena adanya libur Idul Adha, ini yang disinyalir menjadi penyebab terjadinya kelangkaan dan panic buying," ujar Ridho dalam keterangan tertulis, Rabu (2/8/2023).

Menanggapi hal tersebut, pihak Hiswana membenarkan bahwa untuk wilayah Sumut, tidak ada penyaluran secara fakultatif dari Pertamina ke agen di hari libur, artinya pengiriman LPG justru berhenti ketika tanggal merah atau libur nasional. Akibatnya stok LPG bersubsidi di pangkalan di hari besar Idul Adha kemarin banyak yang kosong.

Ketua Hiswana Migas DPC Sumut, Haris Razali, menyampaikan bahwa isu kelangkaan LPG 3 Kg berawal dari kelangkaan yang hanya dialami di beberapa kecamatan di Kota Medan, terutama yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deliserdang. 

"Di Kota Medan terdapat 1.300 pangkalan dan 40% pangkalan stoknya kosong dan hanya terjadi di beberapa kecamatan tertentu, namun isu tersebut tersebar cepat lewat media. Akibatnya terjadi panic buying sehingga masyarakat yang biasanya memiliki tabung cadangan, mengisi full seluruh tabung miliknya. Disamping itu, masih ditemukan adanya indikasi LPG 3 Kilogram yang dioplos menjadi LPG 5 Kilogram dan 12 Kilogram," ujar Haris.

Haris juga menambahkan bahwa berdasarkan monitoring lapangan yang telah dilakukan oleh Hiswana Migas hingga saait ini, sudah dapat dipastikan bahwa stok LPG 3 Kg di pangkalan sudah tersedia dimana kuota yang diberikan oleh Pertamina saat ini mencapai 108% artinya sudah overlap sebesar 8%.

"Dampak kelangkaan yang dirasakan hingga saat ini salah satunya karena belum diimplementasikannya subsidi tepat sasaran. Sudah ada aturan peruntukan subsidi dari pangkalan, yakni 80% untuk masyarakat dan 20% untuk pedagang eceran, namun pelaksanaan di lapangan sulit dilaksanakan. Saya khawatir karena aturannya membuka celah penyelewengan, nantinya agen atau pangkalan yang harus menanggung sanksinya," ungkap Haris. *(ika)