Pedagang menyiapkan pesanan pembeli. Di hari ini, harga cabai merah, cabai rawit dan beras secara kompak mengalami kenaikan.suaratani.com-istSuaraTani.com – Medan| Harga beras untuk semua jenis kualitas di Kota Medan secara kompak mengalami kenaikan di hari ini, Rabu (23/8/2023).
Berdasarkan data pantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS, kenaikan harga beras berkisar Rp50 hingga Rp150 per kilogram (Kg)
Ketua Tim Pemantau Harga Bahan Pokok Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, mengatakan, harga beras di Sumut secara keseluruhan mengalami kenaikan pada akhir pekan ini.
Kenaikan tertinggi terjadi pada harga beras kualitas super yang mencapai Rp150 per Kg., selebihnya naik sebesar Rp50 rupiah per Kg nya.
Kenaikan harga beras saat ini dipicu oleh sejumlah faktor baik dari tanah air maupun dari luar negeri. Akan tetapi dorongan kenaikan yang paling besar datang dari luar negeri, dimana telah terjadi kenaikan harga beras yang diakibatkan oleh gangguan ekspor biji-bijian dari Ukraina.
““Hal tersebut membuat sejumlah negara pengekspor beras seperti India menutup kran ekspornya, dan memicu kenaikan harga beras di sejumlah negara pengekspor beras lainnya seperti Vietnam dan Thailand.,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (23/82023).
Kalau dari tanah air, kata Gunawaan, kenaikan harga beras terjadi seiring dengan musim kemarau atau el nino yang bisa mengganggu pasokan.
Dan dari hasil observasi ke petani sepekan terakhir, ditemukan harga gabah yang lebih mahal sekitar Rp300 hingga Rp500 per Kg dari harga HPP nya.
Persaingan untuk mendapatkan gabah di antara pengepul atau agen semakin ketat, karena ada yang berani mematok harga melebihi batas HPP yang ditetapkan pemerintah Rp6.300 per kg nya.
Saya berkesimpulan bahwa gejolak harga beras yang terjadi di luar yang paling mempengaruhi harga beras saat ini.
Dimana perang yang berkecamuk telah membuat gangguan besar terhadap distribusi biji bijian. Dan bukan hanya beras saja, kemungkinan kenaikan terhadap terhadap produk pangan lainnya seperti jagung, gandum, dan biji-bijian lain berpeluang terjadi.
“Itu yang perlu diwaspadai, kita tengah berhadapan dengan gejolak harga, akan tetapi diluar kemampuan kita untuk mengendalikannya.,” katanya.
Ditambahkan Gunawan, beras yang mengalami kenaikan sangat berpeluang memicu terjadinya kenaikan inflasi yang besar. Dan pengendalian harga beras ini menjadi krusial dilakukan.
Meskipun kenaikan harga beras pada hari ini hanya naik 0.3% hingga kisaran 1%, akan tetapi kenaikan harga beras ini perlu mendapatkan perhatian yang serius. Karena jika dibiarkan, tren naiknya bisa mendorong kenaikan laju tekanan inflasi yang signifikan.
“Untuk mengendalikan harga beras, Bulog bisa saja melakukan intervensi. Dan di sisi lainnya, saya menyarankan agar BUMN pangan bisa hadir dalam pengendalian inflasi pangan khususnya harga beras,” tambahnya.
Selain harga beras yang naik, harga cabai merah dan cabai rawit juga mengalami kenaikan setelah sempat turun pada hari rabu. Saatini cabai merah kembali ditransaksikan dikisaran Rp45 ribu hingga Rp53 ribu per Kg nya.
Sementara harga cabai rawit juga naik dikisaran Rp37 ribu per Kg nya, ada kenaikan sekitar 20% pada harga cabai dibandingkan dengan harga pada hari Rabu kemarin. *(ika)

