Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KKP Apresiasi 5 Taruna Penggerak Desa Perikanan

Kepala Badan BPPSDM, I Nyoman Radiarta berfoto bersama 6 taruna penggerak desa perikanan.suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Jakarta| Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan apresiasi kepada 5 orang taruna yang mampu menjadi penggerak dalam pengembangan masyarakat desa perikanan. 

Kelima taruna tersebut berhasil mengembangkan inisiasi positif eduwisata sektor perikanan, pemberdayaan masyarakat serta pelestarian terumbu karang.

Para taruna tersebut berasal dari Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP). 

Pertama, Teguh Maulana yang mengembangkan Inisiasi Pencetusan Desa Mina Eduwisata Kreatif Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Kedua, Firda Yunisa dengan Pemberdayaan Kelompok dan Pengembangan Wilayah Perikanan Melalui Kegiatan Mina Eduwisata Kampung Nila Kawali, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat.

Ketiga, Bella Rahma Sayyida melalui Pengembangan Wilayah Perikanan Berbasis Sumber Daya Kelautan Perikanan Melalui Kegiatan Penyuluhan Perikanan di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah.

Keempat, Dewaldi dengan Inisiasi Penumbuhan Desa Mina Wisata Berbasis Penerapan Prinsip Blue Economy di Kec. Taliwang, Kab. Sumbawa Barat, NTB.

Kelima, Festi Mega Rahayu melalui Upaya Pelestarian Terumbu Karang Melalui Kegiatan Mina Eduwisata berupa Penanaman 50.000 Fraksi Terumbu Karang Bersama Kelompok Nuansa Pulau di Nusa Penida, Bali.

Sebelumnya, para taruna tersebut juga mendapat penghargaan di Politeknik AUP Kampus Bogor, 29 Juli lalu, yang diserahkan oleh Kepala Badan BPPSDM, I Nyoman Radiarta. 

Para taruna mempresentasikan hasil karyanya, dengan bimbingan para dosen, dengan sangat memukau.

"1 orang bisa jadi pengungkit di masyarakat. Itulah peran penyuluhan. Dari Belitung sampai dengan Bali sangat in line dengan program KKP dan BPPSDM. Yang saya ingin lihat itu memang yang begini. Output adik-adik hebat semua. Untung saya datang ini, kalau tidak datang saya akan lost the moment," ujar Nyoman saat di Politeknik AUP Kampus Bogor.

Ke depannya, pihaknya akan lebih baik lagi untuk mengembangkan program ini. Pihaknya akan memfasilitasi kompetisi taruna dan dosen untuk membuat Tugas Akhir terbaik. 

Nyoman berharap, setiap tahun dapat muncul taruna-taruna dengan tugas akhir terbaik dan ia berharap juga setelah lulus mereka dapat kembali untuk mengabdi bagi masyarakat di daerahnya masing-masing.

Selain itu, ke depannya pula akan dilibatkan pendampingan lebih kuat dari Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal) setempat. 

Sebagai contoh untuk Program di Bali, maka terlebih dahulu menyampaikan presentasi di Satminkal Gondol Bali dan selanjutnya dari Satminkal Gondol melakukan pendampingan di lapangan. 

Demikian juga dengan Program di Kawali, Ciamis, maka didampingi oleh Satminkal Bogor, Jawa Barat. *(putri)