Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Periode Agustus 2023, Harga Referensi CPO dan Harga Referensi Biji Kakao Menguat

Tanaman kelapa sawit. Di periode 1-15 Agustus, harga referensi CPO naik dibandingkan periode sebelumnya.suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Jakarta| Harga Referensi produk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) untuk penetapan  bea  keluar  (BK)  dan  tarif  Badan Layanan Umum Badan  Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (tarif  BLU  BPDP-KS) atau biasa dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE) periode pada 1—15 Agustus 2023 adalah US$826,48/MT.  

Nilai ini meningkat sebesar US$35,46 atau 4,48% dari Harga Referensi CPO periode 16–31 Juli 2023.  

Penetapan Harga Referensi CPO tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1304 tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Selain itu, minyak goreng (refined, bleached, and deodorized/RBD palm  olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan berat netto ≤ 25 kg dikenakan BK US$0/MT dengan penetapan merek sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1305 Tahun 2023 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized (RBD)  Palm  Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 Kg.

“Saat ini, Harga Referensi CPO mengalami peningkatan yang menjauhi ambang batas sebesar US$680/MT. Untuk itu, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan Bea Keluar CPO sebesar US$33/MT dan Pungutan Ekspor CPO sebesar US$85/MT untuk periode 1—15 Agustus 2023,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri  Kementerian Perdagangan Budi Santoso.

BK CPO periode 1–15  Agustus 2023 merujuk pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 71 Tahun 2023 sebesar US$33/MT. 

Sementara itu, Pungutan Ekspor CPO periode 1–15 Agustus 2023 merujuk pada Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor Nomor 103/PMK.05/2022 jo. 154/PMK.05/2022 sebesar US$85/MT.

Peningkatan Harga Referensi CPO dipengaruhi beberapa faktor, misalnya peningkatan ekspor CPO, terutama dari Malaysia yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi di Malaysia. 

Selain itu, kenaikan harga minyak nabati lainnya yaitu minyak kedelai karena estimasi penurunan produksi di Amerika Serikat.

Sementara itu, Harga Referensi biji kakao periode Agustus 2023 ditetapkan sebesar US$3.346,02/MT, meningkat sebesar US$231,14 atau 7,42%  dari bulan sebelumnya.  

Hal ini berdampak pada peningkatan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Agustus 2023 menjadi US$3.037/MT, naik US$225 atau 8,02% dari periode sebelumnya.

Peningkatan harga ini tidak berdampak  pada BK biji kakao, yaitu tetap 10% sesuai Kolom 3 Lampiran Huruf B pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 71 Tahun 2023. 

Peningkatan Harga Referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi adanya indikasi peningkatan permintaan biji kakao secara global terutama di wilayah Amerika, Eropa, dan Asia. 

Namun, produksi biji kakao di wilayah Afrika dikhawatirkan menurun akibat adanya badai El Nino.

Di sisi lain, HPE produk kulit periode Agustus 2023 tidak berubah dari bulan sebelumnya. Sedangkan HPE produk kayu periode Agustus 2023 mengalami peningkatan  pada beberapa jenis kayu yaitu veneer jenis wooden sheet for packing box; kayu dalam bentuk keping atau pecahan (wood in chips or particel);dan kayu gergajian dengan luas penampang 1.000 mm2 s.d. 4.000 mm2 dari jenis merbau dan sortimen lainnya jenis jati. *(jasmin)