Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sinergi Jadi Kunci Stabilisasi Harga Bapok

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga menjadi pembicara pada diskusi dalam rangka HUT ke-6 ASPEKSINDO yang berlangsung di Gedung Nusantara V DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (11/8/2023).suaratani.com-ist

SuaraTani.com – Jakarta| Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengatakan, sinergi pemerintah pusat, terutama dengan Badan Pangan Nasional dan pemerintah daerah merupakan kunci ketahanan pangan, serta stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok).  

Hal ini disampaikan Wamendag Jerry saat menjadi pembicara kunci pada sosialisasi yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan  Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo), di Gedung Nusantara V, Jakarta, Jumat (11/8/2023).

"Pemerintah terus dan berupaya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok di seluruh wilayah di Indonesia. Sinergi dengan Badan Pangan Nasional diharapkan dapat mempercepat langkah yang diambil ketika terjadi gejolak harga," ujar Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry juga mengungkapkan, upaya pengendalian harga bapok juga  perlu dukungan dari pemerintah daerah. 

Pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan harga dan pasokan di wilayahnya secara intensif.   

Hal itu juga merupakan upaya mitigasi atau sebagai peringatan awal dalam mengantisipasi terjadinya gejolak harga.  

Selain itu, diperlukan pula koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

"Stabilitas harga tidak hanya berdampak kepada inflasi, namun berdampak juga terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Dengan terjaganya stabilitas harga, maka UMKM akan memperoleh kepastian harga, baik harga pembelian bahan baku maupun harga penjualan di tingkat konsumen," ucapnya.

Ditambahkannya, UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan perekonomian nasional.  

UMKM berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,khususnya dalam menghadapi ancaman resesi global 2023. 

Sehingga,perlu adanya dorongan terhadap UMKM agar dapat terus berkembang dan menguasai pasar domestik maupun pasar internasional.

"Kementerian Perdagangan turut mendukung UMKM dari sisi peningkatan daya saing dengan menggalakkan beberapa tema perdagangan, seperti Meningkatkan Kualitas Produk  Buatan Dalam Negeri, Branding Produk Indonesia, Promosi Makanan dan Minuman Sehat Nusantara, Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (Bangga Buatan Indonesia),   dan Penciptaan UMKM Naik Kelas/UMKM Go Ekspor," terangnya.

Sebagai ujung tombak dalam meningkatkan ekspor, Kementerian Perdaganganmemiliki 46 perwakilan perdagangan di luar negeri. Sedangkan di dalam negeri, Kemendag menyelenggarakan marketing point di 2 daerah perbatasan, yaitu Entikong dan Mota'ain, serta pusat olahraga di Surabaya dan Makassar. *(jasmin)