SuaraTani.com – Medan| Badan Pusat Statistik (BPS Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat, perekonomian Sumut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan II tahun 2023 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 260,36 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 149,90 triliun.
“Ekonomi Sumatera Utara triwulan II-2023 terhadap triwulan I-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 2,88% (q-to-q),” ujar Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin di Medan, Senin (7/8/2023).
Jika dilihat dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi disebutkan Nurul Hasanudin terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 17,67%.
“Sementara dari sisi pengeluaran, maka komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah merupakan komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 20,09%,” sebutnya.
Di Triwulan II kata Hasan, lapangan usaha yang memiliki peran penting terhadap perekonomian Sumut adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami pertumbuhan sebesar 1,78%.
“Disusul Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor mengalami pertumbuhan sebesar 2,69%; Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan sebesar 2,96%; dan Konstruksi mengalami pertumbuhan sebesar 1,91%,” katanya..
Lebih jauh dijelaskannya, jika dibandingkan dengan peride Triwulan II tahun 2022, maka ekonomi Sumut Triwulan II-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 5,19% (y-on-y).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,29%.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 7,69%.
Secara yoy, perekonomian Sumut juga ditopang Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh sebesar 3,21%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 4,66%; Industri Pengolahan sebesar 4,08%.
“Termasuk juga konstruksi yang bertumbuh sebesar 5,56%,” tambahnya.
Struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial pada triwulan II tahun 2023 didominasi oleh beberapa provinsi diantaranya Provinsi Sumut memberikan kontribusi terhadap PDRB di Pulau Sumatera sebesar 23,31%; Provinsi Riau sebesar 21,91%; Provinsi Sumatera Selatan sebesar 14,22%; dan Provinsi Lampung sebesar 10,28%.
“Sementara kontribusi terendah adalah Provinsi Bengkulu sebesar 2,18%,” pungkasnya. *(ika)


