Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pupuk Indonesia Sebut Pendistribusian Pupuk Subsidi di Sumut Mulai Stabil

Pendistribusian pupuk subsidi terutama Urea dan NPK di Sumatera Utara mulai normal. foto: dok

SuaraTani.com - Medan| Persoalan kelangkaan pupuk subsidi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terutama di Kabupaten Simalungun yang terjadi sejak Februari hingga April 2026 saat ini mulai teratasi. 

Bahkan Pupuk Indonesia (PI) memastikan pendistribusian pupuk subsidi ke petani sejak awal Mei sudah terdistribusi dengan baik.

"Sebenarnya per April 2026 kondisi pupuk di Sumut sudah stabil karena pasokan pupuk sudah dari PKT (PT Kalimantan Timur) untuk jenis urea. Sementara untuk jenis NPK dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh," kata Manajer Sumut I PT Pupuk Indonesia, Rizki Putra Vona ketika dihubungi via seluler, Selasa (12/5/2026) di Medan.

Riski mengakui kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi di Sumut terutama pada Februari dan Maret 2026 lalu dipicu sejumlah kendala di sektor produksi. 

Di mana beberapa pabrik pupuk mengalami gangguan secara bersamaan, termasuk pabrik Lini I PIM di Aceh yang terdampak bencana pada November 2025, yang mengakibatkan mesin mati. Begitu juga sejumlah pabrik di Pulau Jawa yang mengalami kerusakan mesin produksi.

Namun, per April kemarin pendistribusian pupuk mulai lancar meski jumlahnya belum bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani. Dan, saat ini pupuk urea yang didatangkan dari PKT yang bersandar di Belawan sudah bisa keluar berkisar 1.200-1.500 ton per hari.

"Dalam pendistribusian pupuk kita lebih mengutamakan daerah yang memasuki musim tanam. Itu dulu kita prioritaskan. Mudah-mudahan di bulan Mei ini pupuk sudah terdistribusi dengan baik ke seluruh kabupaten/kota di Sumut," kata Riski.

Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumut yang diperoleh SuaraTani.com, dari Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Sumut, Selasa (12/5/2026), serapan pupuk subsidi untuk jenis urea pada Februari 2026 sebanyak 10.301,1 ton. 

Untuk Maret, realisasi urea mencapai 13.568,85 ton disusul, April sebanyak 18.958. 

"Sehingga total serapan atau realisasi pupuk urea subsidi (Februari-April) sebanyak 56.239,4 ton atau berkisar 27,76% dari alokasi urea setahun sebanyak 202.586 ton," kata Kabid Sapras Dinas KPTPH Sumut, Heru Suwondo melalui Fungsional Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda, Desa Mandasari.

 Sedangkan untuk jenis NPK subsidi, realisasi serapannya pada Februari 2026 menurut Desa, sebanyak 19.612,25 ton, kemudian pada Maret sebanyak 15.028,85 ton dan April sebanyak 26.011,90 ton.

"Jadi total alokasi serapan pupuk subsidi jenis NPK (Februari-April) sebanyak 75.868,30 ton atau berkisar 31,36% dari alokasi NPK setahun sebesar 241.930 ton," jelasnya.

Terkendalanya pendistribusian pupuk subsidi ke Sumut menurut Desa, mengakibatkan realisasi atau serapan rendah. Karena produksi pupuk dari PT PIM sempat terhenti akibat bencana yang terjadi pada November 2025 lalu.

"Pabrik PIM turut terdampak bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh pada November tahun lalu, sehingga produksi terkendala. Tetapi sekarang pasokan urea sudah didatangkan dari Kaltim," jelas Desa.

Mudah-mudahan lannjut Desa, saat ini sedang proses pemenuhan stok pupuk subsidi ke daerah di Sumut.

"Saat ini sedang proses pengantongan pupuk urea di Belawan untuk kemudian di distribusikan ke kabupaten/kota di Sumatera Utara," tutup Desa. * (junita sianturi)